Home Warta Nusantara

Penjelasan Kementan dan Rincian Anggaran Babi Rp9 Juta/Ekor

297
Anggaran pengadaan babi
Foto ilustrasi. Anggaran pengadaan babi di Kementan dipertanyakan DPR.

Barakata.id, Batam – Heboh soal anggaran pengadaan babi Rp9 juta/ekor dan ayam lokal Rp770/ekor direspon cepat oleh Kementerian Pertanian (Kementan). Kementan menjelaskan bahwa ada kesalahpahaman dalam membaca alokasi anggaran pengadaan hewan ternak tersebut.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan, I Ketut Diarmita menjelaskan, saat ini pihaknya justru sedang melakukan penghematan besar-besaran dalam pengadaan barang dan jasa. Karena itu, tidak mungkin pihaknya melakukan penganggaran sembarangan.

Ia menjelaskan, pihaknya menganggarkan dana sebesar Rp26,96 miliar untuk pengadaan 35.000 ekor ayam. Namun, penetapan harga tidak serta merta membagi total anggaran dengan jumlah ayam dalam proses pengadaannya.

Sebagai informasi, harga Rp770.000 per ekor ayam tersebut muncul dengan membagi total anggaran untuk pengadaan sebesar Rp26,96 miliar yang dibagi dengan jumlah ayam yang dibeli sebanyak 35.000 ekor.

Baca Juga :
Heboh Anggaran Pengadaan Babi Rp9 Juta/Ekor di Kementan

Menurut Ketut, sesungguhnya anggaran tersebut terdiri dari beberapa komponen kegiatan lain yang masuk dalam penganggaran tersebut. Adapun kegiatan tersebut antara lain pengadaan ayam lokal sebanyak 35.000 ekor senilai Rp2,02 miliar.

Lalu hibah ayam produksi dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Tahun 2020 senilai Rp3,96 miliar. Terakhir, penyelesaian sisa kontrak pekerjaan Program Bekerja Tahun 2019 senilai Rp20,98 miliar di Provinsi Gorontalo dan Sulawesi Tenggara.

Ketut menjelaskan, bahwa sejalan dengan adanya penghematan anggaran di Kementan, Ditjen PKH juga melakukan penghematan sebesar Rp 802 miliar, dari pagu semula Rp2,022 triliun menjadi Rp1,21 triliun.

“Dalam perencanaan Ditjen PKH Tahun Anggaran 2020 selalu mengacu pada rambu-rambu penghematan, sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pemotongan anggaran meliputi belanja perjalanan dinas,” ujar Ketut dalam keterangan tertulisnya, dikutip dari Kompas.com, Kamis (7/5/20).

“Pertemuan-pertemuan dan belanja barang lainnya secara proporsional untuk mendukung prioritas kegiatan dan penanganan Covid-19 diantaranya untuk memfasilitasi bantuan sapi, kambing, domba, ayam dan babi kepada kelompok masyarakat yang tersebar di seluruh Indonesia,” sambung Ketut.

Rincian harga ayam versi Kementan

Secara rinci, Ketut menjelaskan, bahwa alokasi penggunaan anggaran digunakan untuk bantuan ayam lokal sebanyak 35.000 ekor dengan nilai Rp2,02 miliar untuk peternak/Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) akan didistribusikan di 22 kabupaten (11 provinsi).

Beberapa komponen dalam pengadaan tersebut yaitu untuk UPTD dialokasikan di empat provinsi (Sumatera Barat, Riau, Bangka Belitung dan Gorontalo) dengan harga satuan per ekor Rp55.525 dengan rincian:

– Pengadaan ayam lokal sebanyak 35.000 ekor senilai Rp2,02 miliar
– Hibah ayam produksi dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Tahun 2020 senilai Rp3,96 miliar.
– Penyelesaian sisa kontrak pekerjaan Program Bekerja Tahun 2019 senilai Rp20,98 miliar di Provinsi Gorontalo dan Sulawesi Tenggara.

Ketut menjelaskan bahwa alokasi penggunaan anggaran sebagai berikut: Bantuan ayam lokal sebanyak 35.000 ekor dengan nilai Rp2,02 miliar untuk Peternak/Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) akan didistribusikan di 22 kabupaten (11 provinsi) dengan komponen pengadaan sebagai berikut:

Untuk UPTD dialokasikan di empat provinsi (Sumatera Barat, Riau, Bangka Belitung dan Gorontalo) dengan harga satuan per ekor Rp55.525 dengan rincian:

– Ayam lokal umur empat minggu dan biaya distribusinya Rp30.000
– Pakan 2,5 kg @Rp7.000 per kg Rp17.500 (selama 2 bulan)
– Obat-Obatan seharga Rp1.500
– Bantuan biaya perbaikan kandang Rp2.500
– Operasional (pendampingan dan bimbingan teknis) Rp4.025

Untuk kelompok peternak yang akan dialokasikan di tujuh provinsi (Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Nusa Tenggara Barat, Bali, Aceh, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Barat) dengan harga satuan per ekor Rp58.538 dan rincian penggunaannya sebagai berikut:

– Ayam lokal umur empat minggu dan biaya distribusinya Rp30.000
– Pakan 2,5 kg @Rp 7.000 per kg = Rp 17.500 (selama 2 bulan)
– Obat-Obatan Rp1.500
– Bantuan untuk pembuatan kandang Rp4.400
– Operasional (CPCL, pendampingan dan bimbingan teknis) Rp5.138

Hibah Ayam DOC (Sembawa dan Kampung Unggul Balitbangtan/KUB) produksi UPT. BPTU-HPT Sembawa kepada kelompok ternak senilai Rp3,96 miliar dengan rata-rata harga satuan per ekor Rp36.538 dan rincian penggunaannya sebagai berikut:

– Pakan 4,27 kg @Rp7.000 = Rp29.900 (selama 3 bulan)
– Obat-Obatan Rp1.500
– Operasional (CPCL, pendampingan dan bimbingan teknis) Rp5.138

Penyelesaian kontrak sisa pekerjaan kegiatan Bekerja tahun anggaran 2019 sebesar Rp20,98 miliar di Provinsi Gorontalo dan Provinsi Sulawesi tenggara. Anggaran tersebut dilaksanakan oleh BBVet. Denpasar untuk disalurkan ke Provinsi Gorontalo dan BPTU-HPT Denpasar ke Provinsi Sulawesi Tenggara.

Lebih lanjut, Ditjen PKH juga akan memberikan bantuan paket ternak babi kepada kelompok ternak sebanyak 550 ekor dengan total anggaran Rp5,03 miliar, yang akan didistribusikan di Provinsi Papua, Kalimantan Barat, dan Sulawesi Utara.

Baca Juga :
THR CPNS 80 Persen dari Gaji Pokok

Menurut Ketut, satuan biaya paket bantuan antara wilayah Papua dengan di luar wilayah Papua tentu akan berbeda karena faktor geografis dan tingkat kesulitan dalam pendistribusian, termasuk alat angkut yang digunakan. Adapun rincian satuan biaya dimaksud sebagai berikut:

1. Pengadaan Ternak Babi di wilayah Papua, dengan harga satuan paket pekerjaan per ekor Rp13.115.000 meliputi:

– Ternak babi dan distribusi Rp10.000.000
– Pakan sebanyak 120 kg per ekor Rp2.160.000 (selama 2 bulan)
– Biaya pembuatan kandang Rp100.000 per ekor
– Operasional (CPCL, pendampingan dan bimbingan teknis) Rp830.000

2. Pengadaan Ternak Babi di wilayah Non Papua, dengan harga satuan peket pekerjaan per ekor Rp4.385.000, meliputi:

– Ternak babi dan distribusi Rp3.000.000
– Pakan sebanyak 120 kg per ekor Rp970.000 (selama 2 bulan)
– Biaya pembuatan kandang Rp 100.000 per ekor
– Operasional (CPCL, pendampingan dan bimbingan teknis) Rp315.000

Dengan demikian, kata Ketut, jumlah alokasi pengadaan babi dan komponen pendukungnya untuk di wilayah Papua sebanyak 300 ekor dengan nilai Rp3,93 miliar dan di luar Papua sebanyak 250 ekor dengan nilai Rp1,10 miliar, sehingga harga rata-rata paket bantuan pengadaan babi dan komponen pendukungnya senilai Rp9.146.000 per ekor.

“Demikian penjelasan ini disampaikan untuk diketahui. Pada prinsipnya kegiatan ini semua kami usulkan untuk membantu petani peternak pada situasi pandemik Covid-19,” kata Ketut.

*****

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin