Home Kepulauan Riau

Pemko Batam Ajukan Penerimaan 1.980 CPNS

123
Sekda Kota Batam, Jefridin

Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam, Kepulauan Riau (Kepri) tahun ini mengajukan kuota penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) sebanyak 1.980 orang. Rinciannya, sebanyak 860 orang untuk CPNS dan 1.120 untuk pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Jefridin mengatakan, penerimaan 1.980 CPNS dan PPPK itu akan mengisi formasi guru, kesehatan dan tenaga teknis.

Menurut Jefridin, Pemko Batam masih membutuhkan CPNS untuk 218 guru, 82 tenaga kesehatan, 69 tenaga kesehatan yang akan ditempatkan di RSUD Embung Fatimah Batam, dan 491 tenaga teknis yang akan disebar ke sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) Pemko Batam.

Baca Juga : Pemerintah Buka Lowongan 254.173 CPNS

Sedangkan untuk PPPK, Pemko Batam mengajukan penerimaan untuk mengisi formasi guru sebanyak 774 orang, tenaga kesehatan 138 orang, tenaga kesehatan untuk RSUD Embung Fatimah 76 orang, serta 128 tenaga teknis untuk sejumlah OPD.

“Kita berharap usulan ini dapat dipenuhi pemerintah pusat, sesuai dengan yang kita butuhkan,” katanya di kantor Wali Kota Batam, Batam Centre, Rabu (26/6/19).

Mengutip Media Center Batam, Pemko Batam membutuhkan tambahan guru seiring dengan penambahan jumlah sekolah serta kebijakan penambahan ruang belajar dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB). Selain itu, juga untuk menutupi kekurangan guru di berbagai sekolah negeri di Batam.

Sedangkan penambahan tenaga teknis yang cukup besar jumlahnya adalah di bidang arsitektur dan penataan kota. Hal ini sejalan dengan program pembangunan infrastruktur yang dijalankan Wali Kota Batam, Muhammad Rudi sejak menjabat 2016 lalu.

Baca Juga : Lowongan Kerja, Pemko Batam Butuh 60 Arsitek

Sebelumnya, Rudi mengatakan Pemko Batam setidaknya membutuhkan 60 arsitek untuk mendukung pembangunan infrastruktur yang saat ini menjadi fokus kegiatan Pemko Batam.

Menurut Rudi, regenerasi arsitek di Kota Batam sudah terputus dalam beberapa tahun terakhir. Hal itu disebabkan pensiunnya beberapa tenaga ahli.

Sementara di sisi lain, pemerintah tidak pernah membuka penerimaan pekerjaan untuk posisi arsitektur dalam formasi proses penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS).

“Karena itu, agar tidak terputus generasinya, perlu kita siapkan dari sekarang. Tenaga arsitek ini sangat dibutuhkan karena saat ini dan nanti kita akan melakukan banyak pembangunan yang berkaitan dengan rancangan tata ruang kota,” kata Rudi.

*****

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin