Home Warta Dunia

Pemimpin Sekte di Korea Selatan Ditahan karena Sembunyikan Informasi Ribuan Pasien Corona

44
Korea
Lee Man-hee, kepala Gereja Shincheonji Yesus di Seoul, Korea Selatan. (Foto: Reuters/Heo Ran)

Barakata.id, SEOUL – Pemerintah Korea Selatan menahan pendiri sebuah sekte rahasia Kristen di pusat wabah COVID-19 pada Sabtu. Mereka diduga menyembunyikan informasi penting terkait pelacakan kontak dan pelanggaran lainnya.

Lee Man-hee adalah kepala Gereja Shincheonji Yesus yang terkait dengan lebih dari 5.200 infeksi virus corona, atau 36 persen dari total kasus Korea Selatan.

Dilansir reuters.com, Jaksa menuduh pria berusia 89 tahun itu berkonspirasi dengan para pemimpin sekte lain untuk menahan informasi dari pihak berwenang selama puncak wabah di antara lebih dari 200.000 pengikutnya.

Baca Juga: CORONA MENGGANAS DI KEPRI: Dua Keluarga Isdianto Positif, Tanjungpinang Laporkan Kasus Tertinggi

Lee, yang menggambarkan virus corona sebagai “perbuatan setan”, diduga menyembunyikan informasi detail tentang anggota dan tempat pertemuan mereka ketika pihak berwenang mencoba melacak rute infeksi pada Februari, menurut laporan kantor berita Yonhap.

Lee juga diduga menggelapkan sekitar 5,6 miliar won (sekitar Rp68,5 miliar) dana gereja, termasuk sekitar 5 miliar won yang diduga ia gunakan untuk membangun retret.

Sekte itu mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Lee prihatin dengan tuntutan pemerintah akan informasi pribadi anggota tetapi tidak pernah berusaha menyembunyikan apa pun.

Lee ditangkap segera setelah pengadilan di Distrik Suwon, selatan Seoul, menyetujui surat perintah itu.

Seorang pejabat kejaksaan tidak dapat dihubungi untuk dimintai konfirmasi di luar jam kantor.
***

Editor: Candra Gunawan
Sumber: Reuters

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin