Home Kepulauan Riau

Nurdin Ingin Kepri Jadi Pusat Tahfiz Dunia

53
Gubernur Kepri, Nurdin Basirun

Tanjungpinang – Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Nurdin Basirun ingin provinsi itu menjadi pusat tahfiz dunia. Ia optimistis keinginan itu dapat terwujud karena generasi muda Kepri punya potensi unggul di bidang keagamaan.

Nurdin mengatakan, saat ini bidang keagamaan semakin menjadi bidang yang favorit. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat di Kepri ikut mendukung pihak-pihak terkait yang sedang merealisasikan tujuan mulia tersebut.

“Bidang keagamaan ini kan dapat juga menjadi tabungan berharga bagi masa depan anak-anak. Karena itu, saya mengajak para orangtua agar sama-sama dan mendorong anak-anak kita menuntut ilmu agama, bisa ke pesantren atau ke sekolah Islam terpadu,” katanya saat membuka acara Wisuda Tahfizh dan Pelepasan Siswa kelas VI Angkatan kedua Sekolah Dasar Islam Terpadu) As-Sakinah Tanjungpinang Tahun Pelajaran 2018/2019 di Aula Asrama Haji, Tanjungpinang, Rabu (1/5/19).

“Jadi, saat ada orang bertanya dimana bumi tahfizh, dimana daerah qurani, maka jawabannya adalah Kepri. Saya inginnya begitu,” sambung Nurdin.

Nurdin menegaskan, Pemerintah Provinsi Kepri juga terus mempersiapkan infrastruktur pendukung kebutuhan untuk membangun bidang pendidikan dan agama. Ia berharap, semua itu dapat melahirkan generasi muda Kepri yang berkualitas, berakhlak mulia serta mampu berdiri terdepan menghadapi era revolusi industri 4.0 sekarang ini.

Pada kesempatan itu, Nurdin berpesan kepada para pelajar yang diwisuda agar selalu menjaga dan mengamalkan ilmu yang telah didapat. Ilmu tersebut juga harus terus ditingkatkan.

“Dan jangan lupa selalu beroda kepada Allah SWT, dan bersikap hormat serta patuh kepada orangtua. Harus diingat, keberhasilan yang akan kita raih adalah berkar restu orangtua,” katanya.

Di tempat yang sama, Kepala SDIT As-Sakinah Ustazah Kimiatis Saadah melaporkan, pada wisuda kedua ini, ada 87 murid (hafal 2 Juz yakni Juz 29 dan Juz 30) yang dilepas. Kelulusan para siswa setelah melalui proses penilaian yang ketat.

Setiap hafalan yang telah dimiliki para siswa, direview kembali oleh para guru. Penilaian untuk jenjang pendidikan formal selama di sekolah juga menjadi acuan kelulusan.

“Kami berharap kepada anak-anak kami yang diwisuda hari ini, dapat terus mempertahankan dan meningkatkan hafalannya. Kami berharap juga para orangtua bisa ikut mengawal anak-anak kita ini di rumah dan di lingkungan,” kata dia, dikutip dari laman Humas Kepri, Kamis (2/5/19).

Sementara itu, Ketua Yayasan As Sakinah, Ustaz Mukhtafin mengatakan, saat ini yayasan membawahi 2 sekolah SD dan 1 sekolah SMP IT. Yayasan juga terus mendorong untuk membangun SMA IT.

Ia berharap Pemerintah Provinsi khususnya Gubernur Nurdin mendukung langkah ini sehingga pembangunan SMA IT bisa segera terealisasi. Pihak yayasan telah menyiapkan lahan seluas 2,5 hektare di kawasan Sebauk untuk lokasi pembangunan SMA IT As Sakinah.

*****

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin