Home Warta Arena

Melihat Valentino Rossi di MotoGP 2019, Sedih Tak Berdaya

74
Valentino Rossi sudah berada di luar zona enam besar klasemen pebalap MotoGP 2019. ( F: Toshifumi KITAMURA / AFP)

Barakata.id, Batam – Penampilan Valentino Rossi di ajang MotoGP 2019 masih jauh dari harapan para penggemar. The Doctor seakan tak berdaya melawan garangnya para pebalap muda.

Melihat performa Rossi yang gagal bersaing di papan atas klasemen, ada perbedaan besar yang terjadi pada diri pebalap asal Italia tersebut. Setidaknya, itulah yang dirasakan oleh mantan kepala mekanik Valentino Rossi, Jeremy Burgess.

Musim ini Rossi hanya mampu dua kali naik podium, yakni pada MotoGP Argentina dan MotoGP Amerika Serikat. Ia bahkan sudah empat kali gagal finis.

Baca Juga : MotGP 2019: Marc Marquez Kokoh di Puncak

Sempat finis di posisi empat dalam tiga balapan beruntun di awal paruh kedua MotoGP 2019, Rossi kemudian hanya mampu finis di peringkat kedelapan sebanyak dua kali dan terjatuh di MotoGP Jepang 2019.

Burgess mengaku bersedih melihat penampilan The Doctor yang menurun di ajang MotoGP 2019. Ia adalah salah satu sosok yang pernah bekerja sama dalam waktu lama dengan Rossi di MotoGP.

Bersama Burgess dari 2000 hingga 2013, Rossi meraih tujuh gelar juara di ajang balap motor kelas utama tersebut. Karena itu, pantas rasanya jika Burgess memberi penilaian terhadap penampilan The Doctor.

“Menyedihkan bagi saya, adalah hasil akhir yang dia dapat lebih kurang sama dengan hasil kualifikasi. Beberapa tahun lalu kita tidak pernah khawatir jika dia hanya menempati peringkat sepuluh di kualifikasi.”

“Kita tahu dia akan mampu memperbaiki posisi hingga empat atau lima posisi dan bisa meraih podium, atau setidaknya dia akan berusaha untuk mendapatkannya. Kita tidak tahu apakah ini langkah mundur dari kariernya,” terang Burgess dikutip dari Tuttomotoriweb.

Burgess tak menampik ingin melihat Rossi bangkit dari keterpurukan, namun pria asal Australia itu menilai saat ini Marc Marquez benar-benar mencuri perhatian di lintasan MotoGP.

“Dia [Marquez] begitu menarik untuk dilihat, dan saya tidak yakin Honda memiliki motor terbaik. Lihat hasil yang didapat pebalap Honda lain, seperti Cal Crutchlow. Saya pikir dia mampu melaju lebih dekat ke peringkat pertama dibanding apa yang dia lakukan hari ini,” kata Burgess.

Ditinggal pebalap muda

Valentino Rossi mulai kesulitan bersaing di jajaran pebalap top. (F: Lillian SUWANRUMPHA / AFP)

Pengamat MotoGP, Carlo Pernat, menilai Rossi sudah tidak mampu bersaing dengan pebalap-pebalap muda seperti Marc Marquez dan Fabio Quartararo.

Pernat mengklasifikasikan pebalap ke dalam dua kategori, pebalap berpengalaman dan pebalap muda. Menurutnya pebalap-pebalap lawas yang masih berkompetisi di MotoGP tidak lagi mampu bersaing dengan generasi-generasi baru.

“Valentino berupaya untuk tetap berada di posisi 10 besar di setiap balapan dan keputusan mengganti kepala teknisi adalah cara terakhir yang bisa dia lakukan untuk bersaing dalam perebutan juara dunia,” ucap Pernat dikutip dari GPOne.

Rossi saat ini bahkan terlempar dari posisi enam besar pada klasemen pebalap setelah gagal finis di MotoGP Jepang 2019.

Pernat juga menganggap Jorge Lorenzo dalam kondisi yang berbeda. Pemilik lima gelar juara dunia itu dianggap membalap dalam keadaan takut sehingga selalu tertinggal di belakang selama musim balap tahun ini.

Baca Juga : Klasemen MotoGP 2019, Marquez Tergusur dari Pucuk

Sedangkan Andrea Iannone yang juga masuk dalam kategori pebalap veteran dinilai salah memilih tim. Pebalap gaek yang masih mendapat nilai positif dari Pernat adalah Andrea Dovizioso.

“Satu-satunya pebalap generasi lama yang masih bisa melawan adalah Dovizioso, peringkat dua dunia dan masih bisa mengalahkan pebalap-pebalap muda. Ducati harus berterima kasih kepadanya, karena dia satu-satunya pebalap yang mampu tampil lebih baik dibanding Marquez pada beberapa balapan,” kata Pernat.

“Jadi pebalap tua yang bisa melawan adalah Dovi, dan saya rasa dia masih bisa bersaing dengan Marc pada tahun depan. Kita akan menghadapi pergantian generasi, seperti pada olahraga lain,” sambungnya.

Pernat menyebut Marquez bakal menjadi pemecah segala rekor lantaran terus tampil meyakinkan di setiap balapan.

“Dia melakukan apa yang dia mau dan memiliki tim yang hebat, situasi tersebut begitu sempurna,” puji Pernat soal Marquez.

*****

Sumber : CNN Indonesia

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin