Home Nusantara Gandeng PBI, BUMDes Desa Soso Gelar Pelatihan Management Bank Sampah

Gandeng PBI, BUMDes Desa Soso Gelar Pelatihan Management Bank Sampah

BUMDes Desa Soso
Ketua PBI Mohamad Iskandar saat memberikan arahan terhadap peserta pelatihan, BUMDes harus mampu melihat potensi yang ada di desanya, sehingga hal itu bisa dijadikan suatu bidang usaha untuk mensejahterakan masyarakat. (Dok : achmad/barakata.id)
Himbauan Pemprov Kepri

Ikuti kami di Google Berita

Barakata.id, Blitar (Jatim) – Dalam rangka mendukung pengelolaan sampah berbasis masyarakat, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Soso, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar menyelenggarakan pelatihan management pengelolaan Bank Sampah yang bertempat di area Blumbang Gede, Desa setempat.

Kemudian untuk meningkatkan pengetahuan dalam pengelolaan Sampah tersebut, BUMDes Desa Soso mendatangkan narasumber dan sekaligus pendamping Muhamad Iskandar dari Perserikatan BUMDES Indonesia (PBI) dengan melibatkan ibu-ibu PKK dan remaja milenia untuk dijadikan sebagai kader Bank Sampah.

“Hal ini menjadi penting karena BUMDes merupakan ujung tombak kesejahteraan masyarakat desa, lebih-lebih saat Pandemi Covid-19 ini,” tutur Sendor, demikian ketua PBI disebut, saat memberikan arahan kepada peserta pelatihan.

“Selain itu, bahwa BUMDes di bentuk supaya mampu untuk mengelola potensi yang ada di desa secara kolektif dalam rangka meningkatkan pendapatan asli desa (PAD),” sambung dia.

Baca juga : Kukuhkan PBI Cabang Blitar, Emil Sebut 537 BUMdes Siap Kerja Sama

Menurut Sendor, dalam mengembangkan BUMDes itu sendiri, pengurus bersama masyarakat harus mempunyai rencana kerja dan tindaklanjut (Job Description) yang jelas. Sehingga, dalam penyetaraan modal nantinya di dalam APBDes, dapat dipertanggungjawabkan dalam musyawarah desa (Musdes).

“Tidak serta merta BUM desa itu mengajukan modal terus dikasih, ada tahapan-tahapan yang harus di lalui. Minimal Bumdes mempunyai langkah kerja, seperti kasus kasus penyertaan modal yang ada di Indonesia tidak bisa cair, karena tidak sesuai dengan kebutuhan Bumdes, memang ada beberapa etape yang tidak sama dan wajib diikuti,” jelasnya.

“Disamping itu, pemahaman perihal PP nomor 11 tahun 2021 bahwa BUMDes harus punya AD/RT, makanya perlu Bimtek bagi pengurus agar bisa menguasai Informasi Tehnologi (IT), manajemen dan pemasaran, seiring perkembangan jaman digitalisasi,” tandas Sendor.

Baca juga : Tak Hanya Isu Pendidikan Gratis Saja Yang Menyebabkan Gagalnya Rapat Paripurna Ranwal RPJMD 2021-2026 di Blitar

Masih ditempat yang sama, Kepala Desa Soso, Sumardi Thukul memaparkan, tujuan Bumdes Soso mengadakan pelatihan pengolahan bank sampah, yaitu untuk memupuk kesadaran masyarakat menyelamatkan bumi dari sampah juga untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dari hasil sampah yang dikumpulkan.

Selanjutnya, berkaitan dengan BUMDes yang sudah terbentuk ini, ia berharap mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat betapa bernilainya sampah apabila dikelola dengan baik.

Mengenai permodalan, Sumardi Thukul mengatakan bahwa pihaknya (Pemdes Soso) akan membahas di Musdes tahun ini untuk rencana kerja berikutnya.

“Kalau nanti Bumdes ini berjalan dengan baik, pasti akan dibicarakan dalam Musdes -musdes yang akan datang,” pungkasnya. (jun)

SebelumnyaBicara Generasi Emas Tanpa Pemberdayaan Perempuan, Nyimas Aliah: Nonsense!
SelanjutnyaBatam Lakukan Survei untuk Ukur Herd Immunity

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin