Home Warta Dunia

Gagal Lindungi Tenaga Medis dari Corona, 42 Ribu Perawat di New York Gugat Pemerintah

23
Perawat di New York
Perawat di New York demo ke jalan menuntut pemerintah memberi perlindungan maksimal untuk tenaga medis dalam menghadapi wabah virus corona. (F: AP/Bebeto Matthews)

Barakata.id, Batam – Serikat pekerja yang mewakili 42 ribu perawat di New York menggugat pemerintah setempat. Mereka menuduh Departemen Kesehatan New York gagal memberikan pelindung memadai bagi petugas kesehatan sehingga banyak dari mereka terinfeksi virus corona (Covid-19).

Gugatan itu dilayangkan Asosiasi Perawat Negara Bagian New York (NYSNA). Serikat pekerja itu mengajukan gugatan terhadap pemerintah dan sistem rumah sakit yang menempatkan pekerja kesehatan atau tenaga medis dalam risiko besar.

Mengutip CNBC Internasional, gugatan yang diajukan di Mahkamah Agung County New York tersebut merupakan salah satu tindakan hukum kolektif pertama yang diambil oleh petugas kesehatan atas penanganan wabah virus corona.

“Tujuh dari 10 perawat kami melaporkan paparan Covid-19 dan sebagian besar dari mereka belum mendapat hasil tes. Tuntutan hukum ini diajukan untuk melindungi perawat kami, pasien kami dan komunitas kami dari perlindungan yang sangat tidak memadai dan lalai,” ujar Direktur Eksekutif NYSNA Pat Kane.

Baca Juga :
Duh, Virus Corona Bisa Menular Lewat Kentut, Benarkah?

Selain pemerintah, NYSNA juga mengajukan gugatan terhadap sistem Montefiore Medical Center di pengadilan federal Manhattan atas nama 3.000 perawat terdaftar. Serikat pun menggugat Westchester Medical Center di Mahkamah Agung County Westchester atas nama 1.600 anggotanya yang dipekerjakan oleh sistem.

Asosiasi menggambarkan bahwa kondisi rumah sakit saat ini sebagai ‘zona perang’, sementara tenaga medis maju perperang tanpa perlengkapan memadai. Akibatnya, tenaga medis harus ‘bertempur’ melakukan pekerjaan mereka tanpa bisa menjaga diri supaya tetap aman.

Dalam gugatan itu disebutkan bahwa sistem rumah sakit tidak siap untuk mengatasi wabah virus corona, dan telah menempatkan petugas medis di lingkungan yang berbahaya.

“Saya mulai mengalami gejala-gejala yang konsisten dengan Covid-19, termasuk batuk dan demam. Saya melaporkan gejala saya ke Montefiore dan meminta pengujian. Tapi saya diberi tahu bahwa Montefiore tidak akan menguji saya. Akhirnya saya menguji sendiri dan terbukti positif corona,” kata pamela Brown-Ricardson, perawat Montefiore dalam pernyataan tertulisnya.

Baca Juga :
Corona Bikin Dunia Terancam Krisis Kondom

Seperti diketahui, Negara bagian New York sedang bergulat dengan wabah terburuk di Amerika Serikat. Angka kematian akibat corona di New York termasuk yang tertinggi di AS.

Gubernur New York, Andrew Cuomo mengatakan ada 507 orang yang meninggal pada Sabtu (18/4/20) lalu. Jumlah itu turun 43 kasus dibanding hari sebelumnya.

Dikutip dari France24, Minggu (19/4/20), pasien rawat inap dan indikator medis lainnya juga cenderung menurun. Namun, Cuomo tetap memperingatkan warga New York City dan negara bagian AS lainnya untuk tetap waspada mengekang penyebaran virus corona.

*****

Editor : Yuri B Trisna

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin