Home Warta Nusantara

Nekat Mudik? Siap-Siap Didenda, Bahkan Dikurung

366
Mudik
Menhub, Budi Karya menghapus aturan pembatasan penumpang 50 persen. (F: dok. PT KAI)

Barakata.id, Batam – Pemerintah sudah merancang peraturan tentang larangan mudik. Jika masih ada warga yang nekat mudik, siap-siaplah mendapat sanksi; denda hingga kurungan badan.

Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi mengatakan, pihaknya sedang menggodok Peraturan Menteri untuk penanganan transportasi apabila pemerintah benar-benar melarang mudik.
Dalam Permen tersebut, akan ada sanksi bagi yang nekat mudik.

Budi menjelaskan bahwa sanksinya akan berpatokan pada Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

“Tapi saya nggak hapal persis, tapi mungkin akan kita ambil dari situ,” kata Budi di Jakarta, seperti dikutip dari detikcom, Selasa (21/4/20).

Baca Juga :
Tak Perlu Fatwa Haram untuk Melarang Mudik

Menurut Budi, sanksinya paling berat ada denda dan hukuman kurungan.

“Ada denda sama hukuman. Dendanya berapa lupa saya, dilihat UU-nya aja. Kalau hukuman ya mungkin kurungan.” kata dia.

Bila dilihat dari UU No 6 Tahun 2018 itu, dalam Pasal 93 disebutkan ada hukuman kurungan paling lama setahun dan denda maksimal hingga Rp100 juta.

“Setiap orang yang tidak mematuhi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) dan/atau menghalang-halangi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan sehingga menyebabkan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp 100.000.000,00 (seratus juta rupiah)” bunyi Pasal 93.

Sementara itu, dalam Pasal 9 ayat (1) menyebutkan, “Setiap orang wajib mematuhi penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan”.

Tunggu keputusan Presiden Jokowi

Budi mengatakan, akan ada rapat terbatas alias ratas dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memutuskan pelarangan mudik ini.

“Kita belum memutuskan ya. Kemarin baru rapat dengan Pak Luhut (Luhut Binsar Panjaitan, Menko Maritim dan Investasi). Kemungkinan hari ini atau nggak besok akan ada ratas dengan Pak Presiden,” jelas Budi kepada detikcom, Selasa (21/4/2020).

Dia mengaku belum tahu apakah keputusan pelarangan mudik akan diambil hari ini, yang jelas pihaknya hanya mengurus skema transportasi apabila mudik dilarang.

“Belum tahu juga, kita kan transportasi aja. Tergantung ratas ya,” kata Budi.

Baca Juga :
Cegah Corona di Musim Mudik, Jokowi Siapkan Hari Libur Pengganti

Dalam rapat-rapat yang dilakukan bersama Kemenko Maritim dan Investasi, Budi menjelaskan pihaknya hanya menyiapkan skema transportasi saja.

“Kita hanya paparkan skemanya gimana aja rencana kita gimana kalau dilarang. Skema transportasinya,” ungkap Budi.

Sebelumnya, Budi mengatakan bahwa pemerintah sudah serius membahas kebijakan pelarangan mudik. Kemungkinan, minggu ini akan ada keputusan melarang mudik.

“Untuk sampai ke pelarangan itu butuh waktu untuk sampai ke statementnya itu. Mungkin mudah-mudahan minggu ini. Saya harapannya sebagai regulator minggu ini sudah ada kepastian,” kata dia.

*****

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin