Home Hukrim

Kapolda Sulteng Berkantor di Poso, Kapolri: Kejar Kelompok Ali Kalora

50
Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis, perintah Kapolda Sulteng, Irjen Pol Abdul Rakhman Baso untuk memburu kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora. Istimewa

Barakata.id, Jakarta- Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis, memerintahkan Kapolda Sulawesi Tengah (Sulteng) Irjen Pol Abdul Rakhman Baso untuk memburu kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora. Irjen Abdul Rakhman Baso pun akhirnya berkantor di Poso.

Diberitakan sebelumnya kelompok sparitis ini diduga menjadi pelaku pembantaian satu keluarga di Sigi beberapa waktu lalu.

Baca juga: 

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono membenarkan adanya perintah Kapolri tersebut untuk Kapolda Sulteng.

“Perintah Kapolri hari Selasa 1 Desember 2020, Kapolda Sulteng berkantor di Poso dan diback up oleh tim terbaik Bareskrim Polri,”jelas Raden Argo dalam keterangan tertulisnya, Rabu (2/12/20).

Kadiv Humas Polri menambahkan, bahwa Satgas Tinombala (gabungan aparat TNI-Polri ) masih melakukan pengejaran terhadap kelompok MIT.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono.

Menurut Raden Argo, Tim Densus 88, Pasukan TNI, dukungan drone serta intel IT dikerahkan guna membantu proses pengejaran terhadap kelompok teroris pimpinan Ali Kalora.

“Pasukan satgas Operasi Tinombala akan menyusuri beberapa desa di wilayah tersebut,”tambah Raden Argo.

Masih kata Kadiv Humas Polri, aparat gabungan TNI – Polri selain memburu Kelompok MIT, juga melakukan trauma healing kepada warga paska aksi teror yang dilakukan kelompok MIT.

Baca juga: 

Penempatan personil Brimob di tiga lokasi di areal transmigrasi Desa Levonu Sigi juga dikerahkan guna memberikan rasa aman kepada warga.

Dikatakan Kadiv Humas Polri, bantuan sembako 400 paket dari Polda Sulteng pun disalurkan untuk masyarakat transmigrasi yang mengungsi di Dusun Levonu.

“Lalu perbaikan 6 buah rumah tinggal atau pos pelayanan umat sudah mulai dilaksanakan inisiasi dari Polda Sulteng, untuk kecepatan serta bantuan proses pemakaman korban berupa 4 peti mati dan bantuan duka air mata,”jelas Raden Argo.

Untuk mengantisipasi adanya kabar Hoax yang dapat memprovokasi masyarakat, Raden Argo mengatakan pihaknya sudah melakukan dialog dengan tokoh masyarakat, agama serta tokoh adat Sulteng agar masyarakat tak termakan isu hoaks.

“Pertemuan dengan pihak MUI, FKUB, Media dan Komnas HAM sudah dilakukan untuk meredam suasana agar tetap kondusif,” pungkas Raden Argo.

*****

Editor: Ali Mhd

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin