Film Hanya Manusia, Pentingnya Mewaspadai Aksi Penculikan Anak

22
Salah satu adegan Annisa dalam film Hanya Manusia.

Barakata.id, Batam – Banyak orang yang belum tahu tentang bagaimana kerja polisi dalam menangani sebuah kasus. Dalam film Hanya Manusia, semua itu digambarkan secara gamblang.

Film yang bakal tayang serentak di bioskop Tanah Air mulai 7 November 2019 ini, bercerita tentang Annisa yang diperankan oleh Prisia Nasution. Annisa adalah seorang Perwira muda Satuan Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, yang terlibat dalam sebuah pemecahan kasus yang rumit.

Ia dipercaya oleh Iptu Aryo (Lian Firman), dan kemudian bersama-sama mereka memecahkan kasus korban penculikan ini. Kasus tersebut semakin mempermainkan emosi tatkala adik dari Annisa yang bernama Dinda yang diperankan Shenina Cinnamon, menjadi korban penculikan.

Baca Juga : 5 Film Fiksi Ilmiah Terbaik Sepanjang Masa

Bukan sekadar diculik, informasi yang didapat pihak kepolisian, para korban penculikan itu bakal dijual lagi ke berbagai negara. Ada sindikat besar yang berada di belakang aksi penculikan tersebut.

Kasus ini menimbulkan banyak kecurigaan. Kerja polisi pun semakin tak mudah karena kompleksnya ‘intrik’ terjadi di dalamnya. Sementara Annisa, yang ditugaskan mengusut kasus ini, berada di bawah tekanan karena dihadapkan pada pilihan antara tugas dan keluarga.

Selain Prisia Nasution dan Lian Firman, ada nama Yama Carlos yang juga terlibat di dalam film ini. Ia berperan sebagai Kompol Angga. Film ini disutradarai oleh Tepan Cobain, salah satu sutradara yang kerap menggarap beberapa video klip musik band-band di Indonesia.

Film tentang kemanusiaan

Menurut Kabid Humas Polda Kepulauan Riau (Kepri), Kombes Pol. Drs. S. Erlangga, film yang dipersembahkan oleh Divisi Humas Polri ini mengangkat nilai-nilai kemanusian.

Tokoh Annisa dalam film ini dituntut harus memecahkan masalah atau teror penculikan anak-anak perempuan di bawah umur.

“Setelah kami melihat trailer film Hanya Manusia, film ini sungguh sangat layak untuk disaksikan bersama dengan keluarga. Film ini mengangkat kisah kemanusian, perdagangan manusia dan penculikan,” katanya kepada barakata.id di Batam, Senin (4/11/19).

Baca Juga : Janji di Atas Pelantar, Film Penuh Pesan dari Syahrul-Rahma

“Kasus penculikan ini bisa saja terjadi, dan menimpa siapa saja, terutama di wilayah Provinsi Kepri yang berbatasan langsung dengan sejumlah negara,” sambungnya.

Erlangga mengatakan, film ini penuh dengan pelajaran berharga. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat di Kepri untuk menyaksikan film ini, baik sendiri maupun bersama-sama dengan kelompoknya.

“Sangat bagus, agar kita mewaspadai segala bentuk kejahatan terutama penculikan terhadap anak-anak,” ujarnya.

*****

Editor : Yuri B Trisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here