Home Kepulauan Riau

Janji di Atas Pelantar, Film Penuh Pesan dari Syahrul-Rahma

179
Rahma dan Syahrul bermain dalam film Janji di Atas Pelantar.

Barakata.id, Tanjungpinang – Masyarakat Tanjungpinang, Kepulauan riau (Kepri) akan disuguhkan film bermuatan lokal bertajuk Janji di Atas Pelantar. Menariknya film ini dibintangi oleh dua petinggi Tanjungpinang yakni Syahrul dan Rahma.

Wali Kota Tanjungpinang Syahrul dan Wakilnya, Rahma akan bermain dalam film tersebut. Rencananya, film yang mengambil latar kehidupan masyarakat lokal itu akan ditayangkan mulai 18 Oktober mendatang.

Bukan hanya di Kota Tanjungpinang, film dengan pemeran utama Rahma itu pun juga akan diputar di Kabupaten Bintan, yang bersebelahan langsung dengan Tanjungpinang.

Baca Juga : Industri Film Batam Didorong Tembus Pasar Asia

Gala Premier film ini akan digelar pada 18 Oktober di bioskop XXI Tanjungpinang City Center (TCC). Sedangkan untuk reguler akan ditayangkan di Gedung Aisyah Sulaiman Tanjungpinang mulai 20 Oktober.

Menurut Rahma, film Janji di Atas Pelantar sangat menarik untuk ditonton. Cerita film ini sangat menyentuh dan banyak memberikan nilai-nilai moral, baik dari sisi pendidikan, agama, keluarga, dan lainnya.

“Filmnya menarik bukan karena ada saya di dalamnya, tapi memang film ini memang bagus. Saya akui cerita di film ini sangat menyentuh hati, banyak pesan moral yang bisa diambil,” ujarnya.

Dalam film ini, Rahma berakting memerankan seorang wanita berstatus janda yang ditinggal mati suaminya. Ia harus berjibaku untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, termasuk membiayai sekolah dua anaknya, Hamid dan Hafiz.

Rahma berjualan otak-otak di tepi jalan. Otak-otak adalah panganan khas Tanjungpinang yang juga kerap dijadikan oleh-oleh bagi turis yang berkunjung ke kota itu.

“Awalnya memang cukup berat memerankan tokoh Jamilah ini. Kan ada banyak perbedaan dengan kehidupan sehari-hari saya,” kata Rahma.

Dalam pengambilan adegan, Rahma pun rela kelelahan karena harus mengulang pengambilan gambar berkali-kali demi mendapat akting yang pas sesuai keinginan sutradara.

“Saya dituntut harus kuat mental, dan memang tak mudah memerankan Jamilah itu, cukup melelahkan. Tapi saya senang karena film ini sangat bermanfaat,” kata dia.

“Dibanding main film, saya lebih mudah berorasi di depan orang banyak,” kata wanita yang pernah menjadi anggota DPRD ini.

Penuh nasihat

Ada adegan dimana Rahma benar-benar hanyut dan menangis. Yaitu saat ia memberi nasihat kepada dua anaknya selepas salat magrib.

Ketika itu, Hamid dan Hafiz baru kembali dari masjid. Mereka berdua lalu dikumpulkan Jamilah (Rahma). Ia pun mengingatkan kedua buah hatinya itu agar lebih tepat waktu dalam menjalankan ibadah salat.

Dalam nasihat itu, Jamilah mengaitkan Gurindam 12 Pasal 1 karya Raja Ali Haji.

“Barang siapa yang tak mengenal agama, tiada sekali-kali boleh disebut nama,” kata Jamilah mengutip Gurindam 12.

“Itu artinya sebagai manusia kita wajib mengenal agama, shalat, puasa, dan berbuat baik lainnya,” katanya.

“Bila suatu saat nanti Emak sudah tak ada, jangan sekali-kali kalian meninggalkan salat. Emak hanya berpesan, dalam keadaan apa pun, jangan pernah tinggalkan salat, berbuat baiklah kepada siapapun, karena itu kewajiban seorang muslim,” kata Jamilah.

Baca Juga : Sah, Weni Perempuan Pertama Jabat Ketua DPRD Tanjungpinang

Rahma mengaku, ia dalam penghayatan total saat menyampaikan kalimat-kalimat itu. Ketika ia kemudian menyaksikan cuplikan adegan tersebut, tanpa disadari air matanya sudah jatuh.

“Saya sangat tersentuh, sedih betul. Saya ingin semua anak-anak kita tidak melupakan salat, dan selalu berbuat baik kepada orang lain,” ujarnya.

Yanis Alfatah, penulis skenario dan sutradara film mengatakan, banyak nilai-nilai luhur yang terkandung dalam film tersebut.

“Meskipun bertema pendidikan dan keluarga secara umum, film ini juga mengandung enam unsur secara keseluruhan, diantaranya; pendidikan, keluarga, sejarah, religi, budaya, dan pariwisata,” ujarnya.

*****

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin