Home Gaya Komunitas

Anggota AJI Diminta Ikut Vaksinasi, Ini Pertimbangannya

Sertifikat Usai Divaksin
ilustrasi. (F: Freepik)

Barakata.id- Anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI) diminta ikut vaksinasi. Pernyataan resmi itu tercantum dalam Surat Edaran Pengurus Nasional nomor 226/AJI/E/2021 mengenai Rencana Vaksinasi untuk Wartawan,

Dalam surat edaran yang ditandatangani Ketua Umum AJI Abdul Manan dan Sekjen AJI Revolusi Riza itu disebutkan wartawan masuk dalam skala prioritas vaksinasi.

“Soal ini disampaikan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, 2 Februari 2021 lalu, meski belum dijelaskan kapan waktu pelaksanaannya,” kata Manan dalam surat edaran tersebut, Kamis (4/2/21).

Baca Juga:

Vaksinasi memang menjadi salah satu cara yang ditempuh pemerintah untuk mengatasi pandemi. Untuk itu rencananya pemerintah akan melakukan vaksinasi massal untuk membendung penyebaran Covid-19. Menurut data Satgas Covid-19, sampai 3 Februari 2021 tercatat ada 1.111.671 kasus positif, sembuh 905.665, meninggal 30.770.

Banyaknya jurnalis yang terinfeksi dan sebagian meninggal kemudian menjadi pertimbangan agar wartawan masuk skala prioritas vaksinasi.

Rencana vaksinasi terhadap wartawan ini menimbulkan sejumlah pertanyaan dari pengurus maupun anggota tentang bagaimana sikap AJI Indonesia mengenai hal ini.

“Berdasarkan diskusi di Pengurus Nasional AJI, kami menilai anggota AJI dipersilakan untuk menerima atau mengikuti program vaksinasi Covid-19 ini,” kata Manan.

Anjuran kepada anggota AJI untuk ikut vaksinasi itu dibarengi dengan sejumlah pertimbangan.

Pertama. Vaksinasi ini program pemerintah yang akan diberikan kepada semua warga negara sebagai upaya untuk mengatasi pandemi Covid-19. Artinya, jika anggota AJI mengikuti vaksinasi, maka tidak ada unsur privilege atau pengistimewaan yang diterimanya karena ini akan diberikan kepada semua warga negara.

“Selama ini upaya untuk mendapatkan pengistimewaan (termasuk soal vaksinasi) karena profesinya sebagai wartawan harus dihindari karena itu bisa menimbulkan konflik kepentingan dan dapat mempengaruhi independensinya,” tutur Manan.

Kedua. Vaksinasi ini program pemerintah untuk semua warga negara, yang menggunakan dana APBN. Sebagai warga negara, anggota AJI juga memiliki hak yang sama dengan warga negara lainnya.

Baca Juga:

Ketiga. Vaksinasi merupakan bagian dari upaya untuk menjaga keselamatan publik. Dengan pertimbangan itu, maka anggota AJI yang mengikuti vaksinasi terutama bukan untuk melindungi dirinya dan keluarganya, tapi juga orang-orang di sekitarnya.

Keempat. Keikutsertaan anggota AJI dalam vaksinasi tak boleh mengganggu independensi dan sikap kritisnya. Bersikap independen dan kritis adalah salah satu prinsip utama dari profesi wartawan, terutama anggota AJI, dan itu sudah dituangkan dalam Kode Etik dan Kode Perilaku Anggota AJI.

“Jika ada anggota AJI yang memiliki pandangan berbeda dalam menyikapi vaksinasi ini, dipersilakan untuk menyampaikannya kepada pengurus nasional AJI atau Majelis Pertimbangan Organisasi Nasional AJI,” pungkas Manan.

***

Editor: Asrul R

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin