Erupsi Gunung Tangkuban Perahu Sudah Berhenti

81
Foto detik-detik Gunung Tangkuban Parahu meletus dan mengeluarkan abu vulkanik, Jumat (26/7/19) sore. (F: Istimewa)

Bandung – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengumumkan bahwa Gunung Tangkuban Perahu di Kabupaten Bandung sudah normal dan berhenti erupsi sampai Sabtu (27/7/19) pukul 09.00 WIB.

Menurut hasil pengamatan PVMBG dari Pos Pantau di Gunung Tangkuban Parahu, saat ini hanya hembusan gas dan air yang kini keluar dari Kawah Ratu.

“Walaupun masih terjadi gempa tremor, skalanya sudah terus mengecil. Pada Sabtu pagi ini pun sudah tidak ada erupsi, melainkan hanya hembusan gas dan air yang menghasilkan asap putih dari Kawah Ratu. Kami berharap kondisinya bisa seperti ini,” kata Kepala Subbidang Mitigasi Gunung Api Wilayah Barat PVMBG, Nia Haerani di Bandung, Sabtu (27/7/19).

Baca Juga : Tangkuban Perahu Meletus, Abunya Menyebar 4 Kilometer

Erupsi Gunung Tangkuban Parahu pada Jumat sore bersifat freatik atau semburan lahar dingin yang disebabkan oleh aktivitas geothermal. Abu berwarna kelabu yang meluncur keluar saat erupsi ialah dinding kawah yang tergerus dan ikut meluncur ke udara bersama gas dan air.

Erupsi yang terjadi di Gunung Tangkuban Parahu, Jumat sore, juga tidak didahului oleh peningkatan kegempaan vulkanik.

“Seperti saat ini, erupsi sebetulnya tidak didahului oleh peningkatan gempa vulkanik, hanya gempa-gempa hembusan,” kata Nia.

Baca Juga : 16 Gunung Api di Indonesia Berstatus Waspada

Berdasarkan fakta itu, Nia menafsirkan bahwa letusan Gunung Tangkuban Parahu pada Jumat sore merupakan freatik.

“Jadi, kalau erupsi freatik itu dari segi intensitas dia tidak akan membesar,” katanya.

Ia menambahkan bahwa Gunung Tangkuban Parahu terakhir kali mengalami erupsi pada Februari dan Oktober 2013 dan saat ini gunung berapi itu statusnya normal.

Sebelumnya, Gunung Tangkuban Parahu mengalami erupsi pada Jumat (26/7/19) pukul 15.48 WIB dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 200 meter di atas puncak atau sekitar 2.284 meter di atas permukaan laut. Abu vulkanik letusan gunung dilaporkan menyebar sampai radius 4 kilometer.

“Abu vulkanik menyebar sampai Desa Jayagiri sekitar 4 kilometer arah selatan Kawah Ratu,” kata Nia.

Ia pun meminta masyarakat di sekitar Gunung Tangkuban Perahu, pedagang, wisatawan, pendaki, dan pengelola wisata agar mewaspadai terjadinya letusan freatik yang bersifat tiba-tiba dan tanpa didahului oleh gejala-gejala vulkanik yang jelas. Termasuk mewaspadai sebaran abu vulkanik.

*****

Sumber: Antara

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini