Satgas TMMD Karimun Latih Warga Tanam Hidroponik di Pekarangan Rumah

51
Suasana pelatihan menanam hidroponik di pekarangan rumah oleh TMMD Karimun di Desa Pongkar, Kecamatan Tebing, Karimun, Minggu (27/7/19). (F: Dok. TMMD Karimun)

Karimun – Satgas TMMD ke-105 Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau (Kepri) melatih warga setempat memanfaatkan pekarangan rumahnya dengan menanam tanaman hidroponik. Satgas menggandeng Dinas Pertanian Karimun untuk bersinergi melakukan penyuluhan tanaman hidroponik ini.

Pelatihan digelar di posko TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD), Desa Pongkar, Kecamatan Tebing, Karimun, Sabtu (27/7/19).

Perwira Seksi Teritorial (Pasiter) Kodim 0317/TBK, Lettu Kav Tatang saat pembukaan pelatihan mengatakan, pemanfaatan ruang pekarangan untuk tanaman hidroponik merupakan kegiatan yang menyenangkan sekaligus dapat memberi dampak ekonomi bagi keluarga dan lingkungan.

Baca Juga : Re-Start Peduli Lingkungan, Mengubah Ancaman Sampah Jadi Peluang Bisnis

Dengan menanam tanaman hidroponik di pekarangan rumah, lanjut Tatang, selain dapat meningkatkan ketahanan pangan keluarga juga hasilnya dapat dijual dalam menambah pendapatan keluarga.

Di tempat yang sama, Ali dari Dinas Pertanian Karimun menjelaskan, hidroponik adalah sebuah metode bercocok tanam yang tidak memakai media tanah untuk menanam tanaman. Sebagai gantinya adalah, air yang mengandung nutrisi-nutrisi tertentu, sehingga tanaman dapat tumbuh dengan baik.

Sebagai media tanam penggantinya bisa menggunakan bahan-bahan yang bersifat porus seperti sterofoam, pasir dan sebagainya.

“Pada budidaya tanaman hidroponik, semua kebutuhan nutrisi disediakan dalam jumlah yang tepat dan diberikan dalam bentuk larutan,” katanya.

Baca Juga : Belanja Sambil Belajar Hidroponik di Kebun 3 Leaves Farm

Ali menyebutkan beberapa contoh tanaman hidroponik antara lain selada, mentimun, sawi, kangkung, pakcoy, kailan, seledri, kemangi dan lainnya.

Tanaman sayur-sayuran hidroponik itu, jika proses penanamannya benar dan berhasil, akan menjadi sumber pangan yang sehat bagi keluarga, karena bebas dari penggunaan zat-zat kimia.

Pelatihan itu diikuti puluhan warga dari berbagai kalangan. Peserta tampak antusias mengikuti pelatihan dan menanyakan hal-hal yang berkaitan dengan tatacara penanaman dengan sistem hidroponik.

*****

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini