Pada menit ke-4 dalam rekaman itu, Gus Nur menyampaikan pandangannya bahwa NU berubah saat memasuki rezim yang berkuasa sekarang. Adapun pernyataan Gus Nur yang dipermasalahkan adalah bahwa “NU saat ini dapat diibaratkan sebagai bus umum–yang sopirnya dalam kondisi mabuk, kondekturnya teler, keneknya ugal, dan penumpangnya kurang ajar”.

Gur Nur, dalam acara diskusi tersebut, pun mengibaratkan para penumpang bus tersebut menganut pemikiran liberal, sekuler, dan merupakan PKI.
Menurut Azis, ia melaporkan Gus Nur karena ujaran kebencian tidak hanya ke personal, tapi ke organisasi.
“Gus Nur ini sudah berkali-kali melakukan ujaran kebencian terhadap NU, tak hanya sekali ini. Tentu kami berasa tidak boleh kami diamkan, perlu kami mintai pertanggungjawaban Gus Nur,” kata Azis di Mabes Polri, Rabu (21/10/20) lalu.
Baca Juga :
- Ustaz Rahmat Baequni Ditangkap, Sebar Hoax KPPS Tewas Diracun
- Habib Bahar Dipindahkan ke Nusakambangan, Pengacara Bandingkan dengan Ahok
Padahal, kata Aziz, sejak dahulu Gus Nur seringkali melakukan dakwah dengan dikawal Banser.
Sementara itu, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur mengaku bersyukur Gus Nur ditangkap polisi dan sudah ditetapkan menjadi tersangka.
“Saya berharap setelah ditangkap ini, hendaknya bapak-bapak yang mempunyai kewenangan hukum bisa memberikan sanksi maksimal,” kata Khatib Syuriah PWNU KH Syafruddin Syarif, Sabtu (24/10/20).
Sebarkan virus kebencian















![[Video] Detik-Detik Ledakan Bom Katedral Makassar Gambar Ledakan Bom di Gereja Katedral Makasar](https://barakata.id/wp-content/uploads/2021/03/Gambar-Ledakan-Bom-di-Gereja-Katedral-Makasar-180x135.jpg)
![[VIDEO] Jenazah Haji Permata Tiba di Pelabuhan, Disambut Isak Tangis Warga Haji Permata](https://barakata.id/wp-content/uploads/2021/01/maxresdefault-1-180x135.jpg)












