Home Gaya Komunitas

Cat Rescue Team (CRT) Komunitas yang Lindungi Kucing Terlantar

194
CRT Batam, komunitas pecinta kucing yang senang menyelamatkan kucing terlantar. (F : Istimewa)

Barakata.id – Cat Rescue Team (CRT) Batam merupakan kumpulan penyayang kucing. Tak hanya kucing peliharaan sendiri, tapi komunitas ini juga menaruh perhatian pada kucing terlantar. Di tengah pandemi, komunitas ini tetap aktif merawat kucing terlantar di rumah mampir kucing (Rumamku).

Bulan Juni memang menjadi bulan isitimewa bagi kucing. Ada dua hari yang diperingati untuk memberikan perhatian bagi hewan berbulu tersebut. 4 Juni sebagai International Hug Your Cat Day, dan 10 Juni sebagai Hari Kucing Kampung Nasional. CRT Batam pun sempat memberikan edukasi kepada masyarakat lewat talk show di salah satu stasiun radio di Batam.

Kucing-kucing yang ada di Rumamku. (F: Istimewa)

“Kami juga sekalian menginformasikan jika kami tetap membuka donasi,” kata salah satu pendiri CRT Batam, Yeni kepada Barakata.id, Minggu (28/6/20).

Baca Juga:
Komunitas Kepni Berbagi Kasih dan Sembako kepada Masyarakat Terdampak Covid-19

Saat ini memang banyak orang terdampak pandemi Covid-19. Tapi alangkah baiknya jika kebutuhan hewan seperti kucing juga tetap diperhatikan. Saat ini Rumamku menampung 20 ekor kucing. Kucing-kucing yang ditampung di sana adalah kucing yang kondisinya butuh perawatan. Seperti sakit, masih bayi dan lain-lain.

“Sebenarnya kapasitas Rumamku ini hanya 30 ekor, tapi kemarin sebelum musim pandemi ada sekitar 35-40 ekor yang ada di sana. Seiring berjalannya waktu banyak yang sudah diadopsi ada juga yang mati,” tutur Yeni.

Baca Juga:
Wanita di Australia Tewas Dipatuk Ayam Jantan Peliharaan

CRT Batam punya banyak kegiatan. Mulai dari menyelamatkan (rescue) kucing-kucing malang. Baik itu sakit atau keadaan lainnya. street feeding atau memberi makan kucing-kucing jalanan, baksos bersama para cat lover (sebutan untuk penyayang kucing) dan dokter hewan.

CRT Batam juga mengadakan arisan bulanan untuk operasional Rumamku sebesar Rp 50 ribu. Kemudian juga ada kencleng (tabungan) Rp 1.000 per hari. Serta edukasi ke sekolah-sekolah untuk menyayangi kucing-kucing liar dan tidak menyakiti jika tak suka dengan kucing.

“Sejak ada Covid-19 ini street feeding terhenti, karena takut menimbulkan kerumunan. Tapi kami tetap rescue kucing-kucing yang butuh pertolongan, edukasi secara on air maupun online via medsos dan tetap penggalangan dana,” terang Yeni.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin