Home Kepulauan Riau

BP Batam Operasikan 4 Kantor Pelayanan Air Minum, Ini Lokasinya

BP Batam
Dendi Gustinandar

Barakata.id, Batam – Badan Pengusahaan (BP) Batam segera mengoperasikan empat kantor pelayanan air minum untuk melayani pelanggan air bersih di Batam. Kantor-kantor itu akan beroperasi mulai 15 November 2020.

“Empat kantor pelayanan air minum itu tersebar di Batam Centre, Tiban (Sekupang), Sagulung, dan Bengkong. Untuk kantor utama atau pusat, ditempatkan di Batam Centre,” kata Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Dendi Gustinandar kepada barakata.id, Rabu (4/10/20).

Dendi merincikan, untuk kantor pelayanan pelanggan air minum di Kecamatan Sagulung berlokasi di Ruko Batu Permata, Tembesi. Kantor Pelayanan Pelanggan Air Minum ini sekaligus menjadi lokasi pelayanan call centre pelayanan SPAM di Batam.

Lokasi kantor pelayanan kedua berada di Ruko Golden Weatlh, Tiban, Kecamatan Sekupang. Kemudian, lokasi kantor pelayanan ketiga ada di Bengkong Palapa, Ruko Komplek Kemakmuran Bersama Indah, Kecamatan Bengkong.

Dendi mengimbau masyarakat Batam agar tidak perlu khawatir terkait dengan pelayanan SPAM di Batam pascaberakhirnya Perjanjian Kerja Sama antara BP Batam dengan PT ATB. Ia menegaskan kenyamanan pelanggan dalam pengelolaan SPAM ini tetap menjadi prioritas utama.

“Segala bentuk komunikasi dengan masyarakat terkait pengelolaan SPAM di Batam dapat langsung dilakukan di Kantor Pusat Pelayanan Pelanggan maupun 3 lokasi Kantor Pelayanan Pelanggan lainnya. Juga bisa dilakukan dengan menghubungi call center maupun lewat medsos khusus untuk lebih mempermudah pelanggan nantinya,” kata dia.

Baca Juga :

Untuk mendukung serta memudahkan pelayanan pelanggan, lanjut Dendi, BP Batam juga telah menyiapkan sejumlah fasilitas pelayanan terkait informasi dan pengaduan dengan membuka call centre dengan nomor 150-155.

“Call centre ini untuk meningkatkan pelayanan, agar pelanggan bisa langsung menghubungi terkait dengan pengelolaan SPAM di Batam. Layanan call centre dapat berupa permintaan informasi, pelaporan, komplain dan komunikasi lain yang langsung terhubung setiap saat kepada pengelola,” katanya.

“Jadi, jika ada gangguan atau masalah soal air bersih, pelanggan bisa menghubungi langsung call centre,” sambung Dendi.

Seperti diketahui, pengelolaan air di Batam sebelumnya dikelola oleh PT ATB. Kontrak antara BP Batam dengan PT ATB berakhir per 14 November 2020. BP Batam sudah melakukan tender untuk pengelolaan air berikutnya, yang kemudian ditetapkan pemenangnya adalah PT MOYA Indonesia.

Saat ini, BP Batam dan MOYA Indonesia terus melakukan persiapan pengelolaan air bersih dengan intensif. Salah satunya menyiapkan pengelolaan berbasis Teknologi Informasi (IT) yang terintegrasi pada seluruh informasi terkait dengan produksi, distribusi, dan pelayanan pelanggan.

Dendi mengatakan, pada sisi lingkup distribusi, BP Batam dan Moya Indonesia sedang menyiapkan pengelolaan sistem SCADA.

“Dengan sistem ini, seluruh proses yang terjadi akan terintegrasi dengan berbasis komputerisasi yang dapat mengatur dan memonitor semua parameter pada lingkup produksi, distribusi sampai dengan pelayanan,” katanya.

Baca Juga :

Selain itu, BP Batam dan Moya Indonesia juga sudah menyiapkan pengelolaan GIS (Geographic Information System). Yaitu melakukan pemetaan titik-titik jaringan perpipaan, tempat pelayanan, konsumen dan aset lainnya.

“Bersama PT MOYA, kami juga menyiapkan pengelolaan hycraulic modelling, yaitu metode jaringan yang diselaraskan dengan jumlah pelanggan dan analisa kubikasi volume air yang dibutuhkan,” kata dia.

Dendi menegaskan, dengan dukungan sistem IT yang kesemuanya berbasis komputer, bertujuan untuk mendukung seluruh rangkaian proses, khususnya pada proses produksi yang disebutkan di awal.

“Semua digitalisasi ini dilakukan sebagai kesiapan pengeloa untuk mewujudkan pelayanan pelanggan yang maksimal dan terukur pada masa transisi di SPAM Batam ini,” pungkas Dendi.

*****

Editor : YB Trisna

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin