8 Desa di Kepri Jadi Percontohan Perpustakaan Nasional Pedesaan

69

Barakata.id, Tanjungpinang – Sebanyak 8 desa di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menjadi pilot project atau percontohan perpustakaan nasional di pedesaan. Delapan desa itu berada di Kabupatan Bintan dan Kabupaten Karimun.

Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Kepri, Amir Husin mengatakan, sebaran delapan desa itu adalah, empat desa di Kabupaten Karimun yakni Desa Tebias, Desa Lebuh, Desa Gemuruh dan Desa Pongkar. Sedangkan desa di Kabupaten Bintan adalah Desa Sebong Pereh, Desa Mantang Baru, Desa Toapaya, Desa Kuala Sempang.

“Melalui pilot project perpustakaan ini, diharapkan bisa mengembangkan perpustakaan desa lain di Kepri. Khususnya dalam program revitalisasi pengembangan perpustakaan umum melalui tranformasi layanan berbasis inklusi sosial di provinsi Kepri,” katanya dilansir dari web Pemprov Kepri, Selasa (3/9/19).

Baca Juga : APBD Perubahan Kepri 2019 Disahkan Rp3,8 Triliun

Ketua Tim Sinergi Provinsi Kepri, Yetriani menambahkan, setiap perpustakaan desa yang ditunjuk sebagai pilot project oleh Perpustakaan Nasional mendapatkan bantuan masing-masing berupa empat unit komputer serta seribu buku melalui APBN.

“Harapannya dari perpustakaan desa yang dijadikan pilot projet ini agar terwujudnya visi mendorong perekonomian masyarakat dan menigkatkan skill warga pedesaan,” sebut Yetriani yang juga menjabat Kabid pengembangan perpustakaan di Dinas Perpustakaan Provinsi Kepri ini.

Yetriani berharap, ke depan perpustakaan di kabupaten dan kota di Kepri juga bisa menjadi penerima manfaat dari program ini. Tim Sinergi Kepri akan berupaya mendorong pemerintah kabupaten dan kota untuk lebih memperhatikan pengembangan perpustakaan-perpustakaan di desa sesuai dengan amanat terbentuknya tim sinergi.

“Tim Sinergi Kepri ini dibentuk berdasarkan SK Gubernur Kepri tentang program revitalisasi pengembangan perpustakaan umum melalui tranformasi layanan berbasis inklusi sosial,” kata dia.

Baca Juga : Kepri Masuk Daftar 17 Daerah Rawan Karhutla

Menurut Yetriani, ada beberapa program yang dibuat Tim Sinergi di antaranya, pelibatan masyarakat sehingga perpustakaan menjadi pusat belajar dan kegiatan masyarakat seperti pelatihan marketing online pelaku batik, kerajinan makanan olahan dan petani. Selain itu membuat pelatihan komputer dan internet termasuk pelatihan desain grafis untuk pelaku usaha rumahan agar lebih maksimal mempromosikan produk yang dihasilkannya.

“Tim Sinergi Provinsi Kepri ini adalah salah satu komponen ekosistem pendukung tranformasi layanan perpustakaan. Kepengurusannya terdiri dari berbagai pemangku kepentingan di provinsi, kepengurusannya ada 11 orang terdiri dari penanggung jawab ditambah ketua, wakil ketua dan sekretaris serta tujuh orang anggota,” ujarnya.

*****

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini