Home Warta Nusantara

Kuota Data Gratis Ada Lagi, Siswa Belum Terima Bisa Daftar

60
Kupta Data Gratis
Ilustrasi. Selama pandemi anak-anak belajar jarak jauh. Kemendikbud buka pendaftaran kuota data gratis lagi di bulan Oktober. (F: Freepik)

Barakata.id- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan memberikan lagi subsidi kuota data atau internet gratis di bulan Oktober. Sehingga para siswa, guru, dosen atau mahasiswa yang kemarin belum dapat kuota, bisa mendaftarkan diri.

Cara mendaftarnya, peserta melaporkan nomor ponselnya kepada pihak sekolah atau kampus. Kemudian peserta harus tercatat di Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dan Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) serta mengikuti belajar online di tahun ajaran ini.

Dari data yang ada di Kemdikbud.go.id, untuk bulan ini, September, penerima subsidi kuota internet ada 27,3 juta. Sebelumnya, data mereka terlah masuk ke Dapodik dan PDDikti, lengkap dengan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM). Kemudian, data mereka ini juga sudah lolos verifikasi dan validasi.

Baca Juga:
Ditjen Dikti Teken Kontrak Kerjasama Kuota Gratis

Jadi bagi yang datanya belum masuk verifikasi dan validasi maka tak akan dapat kuota data internet bulan in. Tapi yang bersangkutan bisa mencoba daftar kembali untuk bulan berikutnya (Oktober).

Kepala Pusat Data dan Informasi Kemendikbud Muhammad Hasan Chabibie menjelaskan peserta yang sudah diverifikasi inilah yang akan menerima kuota selama empat bulan.

Sedangkan bagi yang mendaftar di bulan Oktober dan dia kemudian diverifikasi, dia hanya akan mendapat kuota data selama tiga bulan saja.

“Kalau masuk lagi Oktober, jadinya total 35 juta penerima. 35 juta itu bakal dapat tiga bulan,” ujarnya dikutip dari CNNIndonesia, Rabu (30/9/30).

Hasan mengatakan, selan Oktober, bulan November juga bakal dibuka lagi pendaftaran. Nanti total penerima paket data ini menjadi 45 juta orang.

“Ya 45 juta itu akan dapat dua bulan,” kata dia.

Baca Juga:
Wow, Mendikbud Bakal Bagi Kuota Internet untuk PJJ

Anggaran subsidi kuota ini hanya untuk tahun ini sampai akhir tahun. Sehingga jika penerimanya disamakan sampai 4 bulan maka penyalurannya akan lewat dari tahun 2020.

Pemerintah menganggarkan dana Rp7,2 triliun untuk program ini. Hasan memastikan jika nanti realisasi kuota tak sesuai target maka dana yang tersisa akan dikembalikan ke negara.

Untuk penyaluran bulan Oktober ini akan dilakukan dua tahap. Pertama pada 22-24 Oktober dan kedua 28-30 Oktober.

****

Editor: Asrul R

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin