Home Warta Nusantara

Wiranto, Luhut, Budi G dan Gories Mere Jadi Sasaran Pembunuhan, ‘Selangkah Lagi Sentuh Jokowi”

259
Polisi mengungkap empat tokoh yang menjadi sasaran pembunuhan dalam aksi 22 Mei 2019 yaitu, Wiranto, Luhut B Pandjaitan, Budi Gunawan, dan Gories Mere.

Jakarta – Kepolisian mengungkap empat nama yang menjadi sasaran pembunuhan dalam aksi demo 22 Mei 2019 di Jakarta. Empat orang itu adalah Wiranto, Luhut Binsar Pandjaitan, Budi Gunawan, dan Gories Mere.

Menurut pengamat intelijen, keempatnya menjadi sasaran pembunuhan karena jabatan strategis yang dimiliki, serta alasan selangkah lagi “menyentuh Jokowi”.

Seperti diketahui, saat ini keempat orang itu menjadi “pejabat penting” di pemerintahan Joko Widodo (Jokowi). Wiarnto merupakan Menko Polhukam Wiranto, Luhut Binsar Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Budi adalah Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), dan Gories Mere merupakan Staf Khusus Presiden Bidang Intelijen dan Keamanan.

Seorang pimpinan lembaga survei juga menjadi sasaran, meski polisi masih enggan menyebutkan identitasnya.

“Dasar kami sementara ini hanya BAP (Berita Acara Pemeriksaan) ya. Berita acara itu resmi.Pro justitia, hasil pemeriksaan kepada tersangka yang sudah kita tangkap. Jadi bukan berdasar informasi intelijen, beda,” kata Kapolri Jendral Tito Karnavian dalam konferensi pers di kantor Menko Polhukam, Selasa (28/5/19) lalu.

“Yang jelas, kami selalu sejak awal, begitu ada informasi, selalu memberikan pengamanan dan pengawalan kepada yang bersangkutan,” katanya.

Sebelumnya, pihak kepolisian mengungkapkan mereka telah menangkap enam orang yang diduga terlibat dalam rencana itu. Polisi juga menyita empat senjata dari kelompok itu.

Meski begitu, hingga kini, siapa dalang di balik gerakan tersebut belum diungkap polisi.

Tito mengatakan, pihaknya masih mencari pihak yang menggerakan massa untuk melakukan kerusuhan.

Selangkah lagi menyentuh Jokowi

Peneliti pertahanan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Muhamad Haripin mengatakan, Presiden Jokowi tidak menjadi sasaran utama karena sulit bagi kelompok itu untuk menembus pengamanan Paspampres yang ketat.

Sementara, kata Haripin, empat orang pejabat itu menjadi sasaran karena posisi mereka yang strategis dan penting di pemerintahan.

Posisi Budi Gunawan, misalnya, kata Haripin sangat vital bagi suatu negara.

“Ada teori yang bilang intelijen itu garis pertama dari pertahanan. Jadi kalau ngejebol suatu negara dengan perang atau invasi, yang pertama dijebol dulu ya intelijen. Misalkan Pak BG ‘kejadian’, berarti rezim Jokowi (tinggal) beberapa langkah lagi menuju situasi kekacauan,” kata Haripin.

Posisi Gories sebagai staf ahli presiden, kata Haripin, juga sama krusialnya.

Jika Gories menjadi korban, kata Haripin, itu akan mengirim sinyal yang sangat kuat pada pemerintahan Jokowi bahwa para lawan hanya tinggal selangkah lagi untuk ‘menyentuh’ Jokowi.

Friksi di tubuh purnawirawan TNI?

Kerusuhan 22 Mei di sejumlah kawasan di Jakarta diyakini polisi ditunggangi sejumlah kelompok untuk menggolkan agendanya masing-masing. (ULET IFANSASTI/GETTY IMAGES)

Haripin juga menyoroti kemungkinan adanya friksi pada tubuh TNI yang melatarbekalangi kasus ini, mengingat Luhut dan Wiranto adalah purnawirawan TNI.

Sebelumnya, Eks Danjen Kopassus Mayjen (Purn) Soenarko dituding terlibat dalam penyelundupan senjata api ilegal dari Aceh, yang diduga akan digunakan untuk demo tanggal 22 Mei.

Haripin menduga ada faktor persaingan antara Luhut dan Soenarko yang sama-sama berlatar belakang sebagai Danjen Kopassus.

Sementara, Haripin, juga menyorot pertikaian-pertikaian yang terjadi antara Wiranto dan Kivlan Zen, purnawirawan pendukung Prabowo, yang kini ditetapkan sebagai tersangka makar.

Baik kubu Jokowi dan Prabowo sama-sama didukung sejumlah purnawirawan

Selain Luhut dan Wiranto, Jokowi didukung purnawirawan lain, seperti Moeldoko.

Sementara, kubu Prabowo didukung Jenderal (Purn) Djoko Santoso hingga Laksamana TNI (purn) Tedjo Edhy Purdijatno.

Ia menyebut keberadaan purnawirawan di kedua kubu masih sangat berpengaruh.

Meski bukan lagi prajurit, Haripin mengatakan masih banyak purnawirawan yang menduduki posisi strategis baik di pemerintahan atau perusahaan.

Latar belakang mereka sebagai prajurit di orde baru, tambah Haripin, membuat para purnawan itu tetap ingin berperan dalam pemerintahan.

“Di satu sisi ada kepentingan politik, di sisi lain, kalau kita mau agak positif, mereka mempunyai romantisme ideologi masa lalu, terkait dwifungsi ABRI” kata Haripin.

Sementara, pengamat intelijen Stanislaus Riyanta mengatakan dia tidak melihat kasus ini terkait dengan pertentangan antar satuan.

Saya lihat ini kelompok sakit hati, yang tidak suka Jokowi, dan menyasar orang-orang dekatnya Pak Jokowi,” katanya.

Belum terungkap motifnya

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan motif rencana pembunuhan empat orang pejabat itu belum terungkap meski keenam tersangka tengah diperiksa.

“(Dari) enam pelaku itu, satu (adalah) koordinator lapangan, yang lima kaki tangan dan operator lapangan. Nanti kalau mengarah ke aktor intelektual baru akan terungkap semuanya,” kata Dedi.

Ia mengatakan kelompok yang diduga akan mengeksekusi pejabat itu adalah kelompok tersendiri dan belum terlihat afiliasinya ke kelompok lain seperti misalnya, Gerakan Reformis Islam (Garis), yang berafiliasi dengan ISIS.

Dedi menyebut sebelum menangkap enam orang itu, polisi telah menangkap empat orang lainnya pada tanggal 18 hingga 19 Mei yang diduga akan mencari “martir” pada demo tanggal 21 dan 22 Mei.

Polisi, kata Dedi, akan memeriksa keterkaitan kelompok-kelompok itu dengan lebih dari 400 orang yang ditetapkan sebagai tersangka kerusuhan.

*****

Sumber : BBC Indonesia
Naskah Asli : Demo 22 Mei : Budi Gunawan, Wiranto, Luhut Pandjaitan dan Gories Mere jadi sasaran pembunuhan karena ‘selangkah lagi menyentuh Jokowi’

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin