Home Kepulauan Riau

Warga Singapura Dominasi Kunjungan Wisman ke Kepri

64
Wisman di Bintan
Foto Ilustrasi. Wisman asal Singapura menikmati liburan di pantai Kabupaten Bintan, Kepri, beberapa waktu lalu. Wisatawan nekat di masa new normal dapat memicu gelombang dua pandemi Covid-19.

Batam – Warga Singapura mendominasi daftar wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Pada periode Januari-Maret 2019, warga Negeri Singa yang datang ke Kepri tercatat sebanyak 310.367 orang atau sekitar 46,17 persen dari total kunjungan wisman ke Kepri tahun 2019.

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepri mencatat, kunjungan warga Singapura ke Kepri pada Maret 2019 sebanyak 126.619 orang. Jumlah itu naik 27,96 persen dibanding kunjungan pada bulan Februari yang sebanyak 98.955 orang.

Negara terbanyak kedua yang menyumbang kunjungan wisman ke Kepri adalah Malaysia. Pada periode Januari-Maret 2019, warga Malaysia yang datang ke Kepri sebanyak 69.852 orang atau 10,39 persen dari total kunjungan turis asing ke Kepri.

Negara lain yang ikut menyumbang wisman ke Kepri berturut-turut adalah, Tiongkok, India, Korea Selatan, Filipina, Jepang, Inggris, Australia, dan Amerika.

“Kontribusi 10 negara itu dalam jumlah kunjungan wisman ke Kepri periode Januari-Maret 2019 sekitar 80,94 persen,” kata Kepala BPS Kepri, Zulkifli dalam keterangan tertulisnya, kemarin.

Secara keselururan, kunjungan wisman ke Kepri pada bulan Maret 2019 naik sekitar 9,79 persen atau sebanyak 254.058 orang dibanding bulan sebelumnya.

Menurut Zulkifli, kenaikan itu dipicu oleh meningkatnya jumlah kunjungan wisman dari tiga pintu masuk yaitu Kota Tanjungpinang naik 22,09 persen, Kota Batam naik 10,03 persen, dan Kabupaten Bintan naik 8,02 persen. Adapun dari pintu masuk Kabupaten Karimun turun sekitar 0,15 persen.

“Secara kumulatif Januari-Maret 2019, jumlah kunjungan wisman Kepri mencapai 672.177 kunjungan, atau naik 12,57 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya,” katanya.

Dari empat pintu masuk utama wisman ke Kepri itu, jumlah kunjungan terbanyak pada periode Januari-Maret 2019 adalah Kota Batam yaitu sebanyak 460.710 kunjungan atau sekira 68,54 persen. Kemudian Kabupaten Bintan sebanyak 142.671 kunjungan (21,23 persen), Kota Tanjungpinang sebesar 38.104 kunjungan (5,67 persen), dan Kabupaten Karimun sebanyak 30.692 kunjungan (4,57 persen).

Sementara, jika dibandingkan dengan Maret 2018, kunjungan wisman ke Kepri pada Maret 2019 mengalami kenaikan sekitar 8,50 persen.

Target 4 Juta Kunjungan

Kementerian Pariwisata RI menargetkan kunjungan wisman ke Kepri tahun ini sebanyak 4 juta kunjungan. Para kepala daerah di Kepri sudah menyanggupi target tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Boeralimar optimistis target tersebut tercapai. Namun, ia mengingatkan agar seluruh stakeholder di Kepri ikut aktif dan bersinergi untuk mencapai target tersebut.

“Ini tidak mungkin bisa dikerjakan sendiri-sendiri. Semua kabupaten dan kota di Kepri harus ambil bagian, kita saling bahu-membahu. Begitu juga dengan swasta, termasuk asosiasi pelaku usaha pariwisata,” katanya.

Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya menegaskan pihaknya akan meningkatkan potensi pariwisata perbatasan (cross border tourism) pada tahun ini. Hal itu sebagai upaya mencapai target kunjungan 20 juta wisman dan 275 juta wisatawan nusantara.

Ia memprediksi, tahun ini pariwisata perbatasan akan mampu menyumbang 18 persen dari total kunjungan wisman, tahun depan target dinaikkan menjadi 20 persen. Atau sekitar 3,4 juta dari total 20 juta target wisman.

“Kota Batam dan Provinsi Kepri umumnya, memiliki kekuatan budaya dan ragam kuliner yang bisa di-create menjadi daya tarik. Kita juga akan melaksanakan event-event besar berskala nasional ataupun internasional untuk menarik mereka (wisman),” kata Arief.

*****

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin