Home Kepulauan Riau

Pekerjaan Disetop Paksa Warga, Pengembang Renggali Residence Merasa Dirugikan

Renggali Residence
Kuasa Hukum PT Anugerah Griya Utama, Kaspol Jihad, SH. MH. (F: barakata.id/ist)

Barakata.id, Batam – Perusahaan pengembang Renggali Residence merasa kecewa dengan aksi vandalisme yang dilakukan sekelompok massa di lokasi proyek, Jalan Trans Barelang, Tembesi, Sagulung, Kota Batam.

Aksi sejumlah massa berupa tindakan memaksa menghentikan pekerjaan dan mengeluarkan alat berat dari lokasi proyek Renggali Residence pada Senin (15/3/21) dianggap sangat merugikan pengembang yakni PT Anugerah Griya Utama.

Tidak hanya menyetop secara paksa pekerjaan pembangunan, massa juga melakukan pengrusakan dengan merobek-robek spanduk.

BACA JUGA : Banjir di Sejumlah Titik, Ini yang akan Dilakukan Wali Kota Batam

Massa yang tengah didera emosi tersebut juga dinilai tak bisa mengendalikan diri karena membuat tulisan-tulisan pada pagar yang dapat merugikan dan mencemarkan nama baik perusahaan.

Menurut kuasa hukum PT Anugerah Griya Utama, Kaspol Jihad, SH. MH, sebelumnya sekitare sebulan yang lalu, warga sudah sepakat dengan solusi yang ditawarkan pengembang untuk mengatasi persoalan yang muncul akibat pekerjaan tersebut

Solusi yang disepakati adalah, membuat saluran dan penampungan sementara agar bisa mengurangi debit air pada saat hujan.

Ketika itu, kata Kaspol, kuasa hukum dan Lurah Tembesi turun ke lokasi dan ada perwakilan warga yang datang ke lokasi termasuk juga Ketua RW 12 Perumahan Taman Cipta Asri.

Dalam pertemuan itu sebenarnya sudah sepakat dengan warga yang disaksikan oleh Lurah Tembesi untuk membuat saluran air sementara sehingga air bisa terpecah dan hal itu dapat mengurangi debit air ketika hujan turun.

“Pengerjaan saluran tersebut sudah dikerjakan dan baru separuh yang selesai,” kata Kaspol dalam keterangan tertulisnya kepada barakata.id, Selasa (16/3/21).

“Kami sangat menyayangkan tindakan yang dilakukan warga pada hari senin 15 Maret 2021 itu. Tiba-tiba warga mendatangi lokasi dan langsung menghentikan secara paksa pekerjaan di sana dan mengeluarkan alat berat,” sambung Kaspol.

Tidak itu saja, lanjut Kaspol, massa juga melakukan pengrusakan terhadap spanduk-spanduk yang ada di lokasi proyek, dan membuat tulisan-tulisan yang dapat merugikan Renggali Residence.

Menurut Kaspol, meski kecewa, tapi massa tidak seharusnya melakukan tindakan vandalisme tersebut.

“Kan negara kita negara hukum, tidak diperbolehkan main hakim sendiri, termasuk mengrhentikan secara paksa pekerjaan sampai melakukan pengrusakan,” kata dia.

Kaspol menegaskan, secara legalitas, pekerjaan yang dilakukan kliennya sudah sesuai dengan Fatwa dan Amdal. Kemudian, permintaan warga sekitar pun tetap ditanggapi Dan berusaha dipenuhi oleh kliennya.

“Bukannya klien kami tidak memikirkan masalah saluran air tersebut, klien kami sangat peduli dengan lingkungan dan masalah saluran air ini sudah dibahas klien kami bersama BP Batam. Tapi kan warga tidak mengetahui apa usaha-usaha yang dilakukan klien kami,” katanya.

“Saya sendiri selaku kuasa hukum selalu dilibatkan dalam rapat dengan BP Batam untuk mencari solusi-solusi agar di lokasi tersebut tidak terjadi banjir,” sambung Kaspol.

BACA JUGA : Pemko Batam Bersihkan 9 Titik Drainase Rawan Banjir

Untuk mengatasi masalah banjir di sekitar lokasi proyek Renggali Residence, lanjut Kaspol, tentu harus melibatkan pihak-pihak terkait. Pasalnya, banjir yang terjadi di Perumahan Cipta Asri tahap tiga bukan akibat pemotongan lahan yang dilakukan kliennya, tetapi air yang datang dari catchment area lebih kurang 150 hektare di seputaran lokasi tersebut.

“Semuanya masuk dan mengalir ke saluran pembuangan Cipta Asri. Jadi bukan semata-mata karena ada pekerjaan proyek Renggali Residence,” ujarnya.

Kaspol mengatakan, mengatasi persoalan banjir juga membutuhkan waktu dan tidak bisa secara instan. Namun demikian, pihak pengembang sudah membuat saluran dan penampungan guna mengurangi debit air sebagai solusi jangka pendek.

“Saya selaku kuasa hukum PT Anugerah Griya Utama berharap dan meminta kepada saudara-saudara kami agar kita sama-sama bijak menyikapi hal ini. Jangan lagi melakukan aksi-aksi yang dapat menghambat pembangunan. Saya pastikan bahwa klien kami selalu melakukan upaya-upaya guna mengatasi banjir di kawasan tersebut sebagaimana yang diinginkan warga,” katanya.

Kaspol pun mengimbau seluruh konsumen Renggali Residence untuk tidak khawatir soal propertinya terganggu imbas dari aksi sekelompok massa tersebut. Ia menjamin bahwa perusahaan terus melanjutkan pembangunan.

“Konsumen jangan khawatir, hak konsumen akan terpenuhi dan tidak dirugikan,” pungkasnya.

*****

Editor : YB Trisna

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin