Sri Mulyani Jadi Menteri Keuangan Lagi

21
Sri Mulyani mengaku diminta Presiden Jokowi menjadi Menteri Keuangan dalam pertemuan di Istana, Jakarta, Selasa (22/10/19). (F: CNN Indonesia)

Barakata.id, Jakarta – Sri Mulyani Indarwati kembali dipilih menjadi Menteri Keuangan di bawah pemerintahan Joko Widodo – Ma’ruf Amin (Jokowi-Ma’ruf). Kepastian itu disampaikan Sri Mulyani usai menghadap Presiden Jokowi di Istana, Jakarta, Selasa (22/10/19).

Sri Mulyani mengatakan, saat bertemu Presiden Jokowi, ia diminta untuk terus memperbaiki ekonomi Indonesia.

“Pak Jokowi meminta saya. Saya tetap ditugaskan menteri keuangan,” katanya kepada wartawan usai keluar dari Istana.

Baca Juga : Jokowi-Ma’ruf Resmi Pimpin Indonesia hingga 2024

Jokowi, lanjut dia, juga meminta agar dirinya terus mendorong penciptaan lapangan kerja dan menjadikan ekonomi Indonesia tumbuh semakin berkualitas.

Titik tekan pembangunan ekonomi yang diminta Jokowi adalah pemberdayaan usaha mikro, kecil dan menengah dan pembenahan defisit neraca dagang.

“Beliau juga meminta saya untuk menjaga ketahanan ekonomi dalam negeri dengan meningkatkan investasi,” katanya.

Ketahanan ekonomi tersebut kata Sri Mulyani, Jokowi minta dilakukan dengan kebijakan fiskal yang tepat. Selain itu, kebijakan fiskal yang tepat juga perlu dilakukan dengan meningkatkan efektifitas pengelolaan anggaran.

Sri Mulyani menyatakan kembali menerima tawaran dari Jokowi tersebut.

Sri Mulyani menjadi calon menteri pertama yang dipanggil Jokowi ke Istana pada hari ini. Setelah itu, masuk mantan gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo menemui Jokowi.

Baca Juga : Isi Lengkap Pidato Pertama Presiden Jokowi Usai Dilantik

Kemarin, Jokowi memanggil sejumlah tokoh untuk ditawari menjadi menteri di kabinet baru. Mereka adalah mantan Ketua Mahkamah Konsititusi Mahfud MD, pendiri Gojek Indonesia Nadiem Makarim, pendiri NET Mediatama Televisi Wishnutama, dan pengusaha sekaligus mantan Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Erick Thohir.

Kemudian, Jokowi juga memanggil mantan Menteri Perindustrian sekaligus Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Kepala Kepolisian RI Tito Karnavian, mantan Menteri Sekretaris Negara Pratikno, mantan aktivis Fadjroel Rahman dan peneliti dari Populi Center Nico Harjanto.

Sebagai penutup, Jokowi memanggil mantan rivalnya di Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 sekaligus Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dan Wakil Ketua Umum Gerindra Edhy Prabowo ke Istana.

*****

Sumber : CNN Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here