Pembunuh PNS di Palembang: Sempat Gugup, Upah Rp4Juta untuk Mabuk

46
Ilyas Kuniawan (26), satu dari dua pelaku pembunuhan PNS di Palembang ditangkap polisi, Jumat (25/10/19). (F: Kompas.com)

Barakata.id, Palembang – Penyelidikan kasus pembunuhan PNS di Palembang dengan cara dicor di dalam makam terus dikembangkan polisi. Saat ini dua pembunuhnya sudah berhasil ditangkap.

Seperti diketahui, Aprianita (50), PNS yang bertugas di Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Balai Besar Jalan dan Jembatan wilayah V Satker Metropolis Palembang, ditemukan tewas menggemaskan, Jumat (25/10/19). Tubuh wanita itu ditemukan dalam kondisi dicor di dalam makam, di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kandang, Kecamatan Ilir Timur II, Palembang.

Keluarga korban sebelumnya melapor ke polisi bahwa Aprianita menghilang dan diduga menjadi korban penculikan sejak Rabu (9/10/19).

Baca Juga : PNS di Palembang Dibunuh, Tubuhnya Dicor Dalam Makam

Ilyas Kuniawan (26), satu dari dua pelaku pembunuh Aprianita saat diperiksa petugas mengaku terpaksa membunuh korban karena dipaksa tersangka Yudi dan Nopi alias Aci yang masih berstatus DPO.

“Saya tidak ada pilihan. Mereka memaksa saya,”ujarnya dilansir dari Kompas, Sabtu (26/10/19).

Diceritakannya, sebelum kejadian, Nopi meminta kepada dirinya untuk ditemani menemui seseorang.

Setelah bertemu dengan Nopi, ia pun disuruh masuk ke dalam mobil.

Saat di dalam mobil, Yudi memberikan seutas tali kepada Ilyas untuk menjerat korban Aprianita.

Ketika melakukan aksinya, Ilyas mengaku melihat korban lemas tak berdaya di kursi depan penumpang. Melihat itu, ia pun sempat gugup .

Namun, Nopi dan Yudi memaksanya untuk segera menjerat korban hingga tewas.

Setelah itu, tersangka Aci lalu memberikannya uang Rp4 juta sebagai upah telah membunuh korban. 

Uang hasil pembunuhan itu pun digunakan Ilyas untuk mabuk-mabukan.

“Semua uangnya saya habiskan foya-foya. Beli minum, tidak saya berikan ke keluarga,” ujarnya tertunduk menyesal.

Sebelumnya, tersangka lain Yudi Tama Rianto (50) yang merupakan teman dekat korban mengaku, telah mengenal Aprianita sejak 2014 lalu setelah keduanya bertugas di tempat yang sama.

Karena pertemanan cukup lama, Yudi sempat menjalin bisnis dengan korban untuk melakukan jual beli mobil.

Baca Juga : Mancing di Dam Duriangkang, Warga Piayu Tewas Tenggelam

Tepat pada 26 Agustus 2019, Yudi menawarkan kepada Aprianita untuk membeli mobil jenis Toyota Kijang Innova tahun 2016 di Jakarta.

Uang telah ditransfer korban, tapi mobil tak kunjung datang. Aprianita kemudian meminta uangnya dikembalikan.

Namun, Yudi hanya mampu mengembalikan sebagian. Ia kemudian meminta saran pamannya, Aci dan pamannya itu malah menyarankan agar Yudi membunuh Aprianita.

*****

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here