
Kejahatan lebih sadis
Tindakan kekejaman pada hewan ternyata tak bisa dianggap remeh. Dalam beberapa kasus kekerasan dan pembunuhan terhadap manusia, pelakunya kerap ketahuan memiliki riwayat melakukan penyiksaan terhadap hewan.
Organisasi nirlaba Humane Society yang berbasis di Amerika Serikat menyebut 88% kasus penyiksaan hewan terjadi di dalam rumah tangga yang memiliki riwayat kekerasan terhadap anak.
Sementara itu, sebanyak 71% korban kekerasan dalam rumah tangga juga menyebutkan pelaku kekerasan di rumah melakukan hal yang sama terhadap hewan.
Yang mengerikan, sejumlah pelaku pembunuhan berantai dan brutal pun nyatanya memiliki riwayat penyiksaan hewan. Misalnya, kasus Gary Leon Ridgway yang tercatat pernah membunuh 49 orang di AS. Saat masih kecil, dia mengaku pernah mencekik kucing.
Contoh nyata lain adalah kasus Eric Harris dan Dylan Klebold. Dua remaja yang bertanggung jawab atas penembakan di SMA Columbine, dan menewaskan 13 orang ini keduanya kerap membanggakan cerita tentang memutilasi hewan kepada teman-temannya.
Baca juga : Catatan Akhir Tahun AJI: 84 Kasus Kekerasan, 2020 “Tahun Kelam” bagi Jurnalis Indonesia
Maka tak berlebihan jika Biro Penyelidikan Federal AS (FBI) belakangan ini menjadikan kasus-kasus penyiksaan hewan untuk memprediksi kasus-kasus pembunuhan.
Lalu bagaimana dengan di Indonesia? Masih ingat dengan pelaku pembunuhan balita yang mayatnya disimpan dalam lemari 2020 lalu? Ternyata pelaku juga memiliki riwayat sebagai penyiksa hewan, selain dia juga memang menjadi korban kekerasan seksual. Remaja berinisial NS ini pernah melempar kucing dari lantai dua, membakar kodok, dan kepala cicak.
Doni dari Animal Defender Indonesia juga menyebutkan bahwa penyiksa hewan umumnya mengalami gangguan jiwa. Nantinya, lanjutnya, mereka akan meningkatkan targetnya dari hewan sampai manusia, yang sekiranya tidak melawan. Balita dan manula masuk kalangan yang rentan menjadi korban.
Sementara itu, pendiri Jakarta Animal Aid Network (JAAN), Karin Franken, mengatakan, pembiaran atas penyiksaan terhadap hewan sejak kecil bisa menjadi cikal bakal tindakan sadistis di kemudian hari.
Perlu diketahui, Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO) sejak tahun 1978 merilis Universal Declaration of Animal Rights atau Deklarasi Universal Hak-Hak Hewan. Deklarasi ini didukung oleh 46 negara dan 330 kelompok pendukung hewan.
Baca juga : Komnas Perempuan Catat 4.898 Kekerasan Seksual
Bahkan, setiap tanggal 15 Oktober diperingati sebagai Hari Hak Asasi Hewan. Tak berlebihan, sebagai salah satu makhluk yang hidup di Bumi berdampingan dengan manusia, hewan juga memiliki hak untuk hidup tanpa rasa sakit dan menderita.














![[Video] Detik-Detik Ledakan Bom Katedral Makassar Gambar Ledakan Bom di Gereja Katedral Makasar](https://barakata.id/wp-content/uploads/2021/03/Gambar-Ledakan-Bom-di-Gereja-Katedral-Makasar-180x135.jpg)
![[VIDEO] Jenazah Haji Permata Tiba di Pelabuhan, Disambut Isak Tangis Warga Haji Permata](https://barakata.id/wp-content/uploads/2021/01/maxresdefault-1-180x135.jpg)












