Home Warta Arena

Mengapa Mike Tyson Menggigit Kuping Holyfield?

665
Evander Holyfield protes saat kupingnya digigit. (F: AFP/Jeff Haynes)

Batam – Masih ingat pertarungan antara Mike Tyson dengan Evander Holyfield? Para pecinta olahraga tinju tentu tak akan lupa duel sejarah yang penuh kontroversi itu.

Pada 28 Juni 1997, Mike Tyson harus menelan kecewa untuk yang kedua kalinya saat menghadapi Holyfield. Petinju berjuluk “Si Leher Beton” itu didiskualifikasi di tengah laga karena menggigit kuping Holyfield.

Itu ada pertarungan kedua antara Tyson dengan Holyfield. Ia mendapatkan kesempatan untuk rematch, membalaskan kekalahannya di duel pertama, 11 bulan sebelumnya.

Di duel pertama, Mike Tyson dipaksa mencium kanvas oleh Holyfield di ronde ke-11. Ia pun kalah TKO.

Alih-alih membalaskan sakit hatinya, di pertarungan kedua itu Tyson malah berulah. Duel kedua petinju yang kala itu sedang berada berada di puncak ketenaran, berakhir antiklimaks.

Kedua petinju lebih banyak melakukan aksi saling rangkul dibanding tukar pukulan. Tapi Holyfield tampil lebih percaya diri, mengingat saat itu statusnya sebagai juara dunia.

Sepanjang ronde pertama, Tyson dan Holyfield banyak merangkul dan saling dorong. Meski demikian, Holyfield terlihat lebih unggul karena kombinasi pukulannya lebih sering masuk.

Pada ronde kedua, pelipis kanan Tyson sudah mengeluarkan darah. Di ronde ini, Tyson pun sudah mulai sering melontarkan protes kepada wasit Mills Lane.

Tercatat, Mills Lane sampai harus beberapa kali memberi peringatan kepada kedua petinju karena terlalu sering berangkulan.

Aksi Mike Tyson mulai menyulitkan Holyfield saat masuk ke ronde ketiga. Serangan yang dibangunnya membuat Holyfield kelabakan, dan terpaksa menerapkan strategi “rangkul dorong” untuk meredam pukulan lawan.

Mike Tyson saat menggigit kuping Evander Holyfield. (F: AFP/Jeff Haynes)

Apa yang dilakukan Holyfield ternyata membangkitkan emosi Tyson. Wajahnya terlihat tidak suka.

Di suatu menit di ronde ketiga itu, saat posisi kedua petinju sedang dalam posisi berangkulan, tiba-tiba Holyfield berteriak dan melompat ke belakang sambil mendorong tubuh Tyson.

Melihat itu, wasit langsung menghentikan pertarungan. Tyson kemudian sempat mendorong Holyfield yang dalam posisi sedang membelakanginya.

Lalu kamera menyorot bagian kuping sebelah kanan Holyfield. Indera pendengaran itu tampak mengeluarkan darah.

Kamera kemudian berpindah kepada Tyson, yang sedang menatap tajam ke arah Holyfield.

Mills Lane bertanya pada Holyfield, apakah ia masih bisa melanjutkan pertarungan. Holyfield mengangguk.

Pertandingan akhirnya dilanjutkan dengan kondisi Tyson terkena pengurangan dua poin.

Bukan jera, Tyson malah berusaha menggigit kuping kiri di sisa ronde ketiga. Pertandingan akhirnya dihentikan dengan Tyson dinyatakan diskualifikasi.

Tyson tidak terima dengan keputusan tersebut sehingga ia marah dan harus dihentikan.

“Saya menghentikan pertarungan karena gigitan kedua. Gigitan pertama adalah pelanggaran dan saya sudah memberi pengurangan dua poin,” kata Mills Lane usai pertarungan tersebut.

“Saya sudah katakan bahwa sekali lagi perbuatan itu terjadi, maka pertandingan selesai. Saya mendiskualifikasi Tyson karena pelanggaran kedua. Saya sudah mengatakannya jangan lakukan lagi atau kamu sudah selesai,” sambung Mills Lane.

Alasan Tyson tak konsisten

Kontroversi gigitan itu terus jadi bahan pembicaraan. Dalam banyak kesempatan, Tyson tidak pernah konsisten dalam mengutarakan alasan di balik tindakan kontroversialnya tersebut.

Saya frustrasi.” 

“Saya marah karena dia terus menanduk kepala saya.”

“Saya ingin menghabisinya.”

“Saya tak terlalu ingat karena saat itu saya sangat marah.”

“Saya kecewa karena dia adalah petarung yang hebat.”

“Saya hanya ingin mengalahkannya.”

Itulah alasan-alasan yang diungkapkan Mike Tyson tentang aksi gigit kuping Holyfield, dikutip dari Guardian.

Holyfield sendiri mengaku bahwa ia sempat menduga cedera yang ia terima bakal lebih parah.

“Awalnya, saya kira telinga saya akan putus. Lihat gigitan ini. Saya kehilangan sebagian telinga saya. Saya tidak bisa mempercayai ini. Mereka tentunya punya peraturan tentang hal semacam ini,” ujar Holyfield seusai pertarungan, dikutip dari ESPN.

Mike Tyson kalah di pertemuan pertama melawan Evander Holyfield. (F: AFP/Jeff Haynes)

Holyfield menganggap aksi gigit Tyson sebagai cara melarikan diri dari pertarungan yang tidak mungkin dimenangkan oleh dirinya.

“Ketakutan menyebabkan seseorang melakukan tindakan yang lebih mudah dan cepat. Setiap orang tahu bagaimana caranya keluar dari pertarungan, hal yang perlu dilakukan adalah melakukan pelanggaran dan ia bisa berkata bahwa ia tidak mengalahkan saya.”

“Ketika saya melihat telinga saya di kaca, hal itu tidak mengganggu saya. Saya hanya ingat bagaimana saya mendapat $35 juta hanya dalam sembilan menit,” kata Holyfield.

****

Sumber : CNN Indonesia

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin