Home Warta Dunia

Istana Berusia 3.400 Tahun Ditemukan di Tepi Sungai Tigris

129
Tim arkeolog Jerman dan Kurdi menemukan reruntuhan istana dan kota kuno di tepian Sungai Tigris, Irak. (F: Dok. Univ Tubingen/Organisasi Arkeologi Kurdistan)

Irak – Tim arkeolog Jerman dan Kurdi menemukan reruntuhan bangunan istana kuno di tepian sungai Tigris di wilayah Kurdi Utara, Irak. Bangunan itu diperkirakan berusia sekitar 3.400 tahun.

Tim peneliti memprediksi istana kuno tersebut dibangun di masa Kekaisaran Mittani, dari abad 15 hingga 14 Sebelum Masehi (SM). Kekaisaran Mittani memiliki wilayah kekuasaan yang mendominasi sebagian besar Mesopotamia dan Suriah.

Dalam siaran pers-nya, Tim Arkeolog Jerman dan Kurdi berharap peneliti mendapatkan informasi baru tentang segala hal terkait politik, ekonomi, dan sejarah kekaisaran Mittani, setelah mereka menemukan tablet tanah liat dengan tulisan paku di atasnya di situs tersebut

Sisa-sisa reruntuhan istana dan kota kuno itu terungkap ke permukaan setelah air sungai di waduk Mosul itu surut pada musim gugur lalu.

Para arkeolog, yang dipimpin Dr Ivana Puljiz dari Universitas Tubingen, Jerman, dan Dr Hasan Ahmed Qasim dari Organisasi Arkeologi Kurdistan, kemudian melakukan penggalian di situs Kemune – sebutan lokasi temuan situs bangunan istana kuno itu.

“Temuan ini adalah salah satu penemuan arkeologis paling penting di wilayah ini dalam beberapa dekade terakhir,” kata Hasan Ahmed Qasim, dikutip dari BBC, Minggu (30/6/19).

Baca Juga : Kawasan NTB Resmi Jadi Cagar Biosfer Dunia

Menurut Ivana Puljiz, bangunan istana yang dirancang dengan hati-hati ini berdinding bata berlumpur yang ketebalannya sekitar dua meter. Di dalam bangunan, ada beberapa kamar yang memiliki dinding yang diplester.

“Kami juga menemukan sisa-sisa lukisan dinding dalam nuansa merah dan biru cerah,” kata Puljiz.

“Pada milenium kedua SM, keberadaan mural kemungkinan merupakan ciri khas istana kuno di kawasan tersebut. Namun ciri ini jarang ditemukan sekarang. Jadi, menemukan lukisan dinding di situs Kemune ini seperti sensasi arkeologis,” sambungnya.

Sisa-sisa lukisan dinding dalam nuansa merah dan biru cerah. (F: Dok. Universitas Tubingen)

Sebagian bangunan dari reruntuhan istana ini memiliki ketinggian hingga sekitar tujuh meter. Bangunan ini juga diyakni sudah ditempati dalam waktu yang rekatif sangat lama.

Di dalam bangunan itu, para arkeolog mengidentifikasi keberadaan beberapa kamar. Dan di beberapa kamar, mereka menemukan batu bata berukuran besar yang digunakan sebagai lantai.

Mereka juga menemukan sepuluh tablet tanah liat berhuruf paku Mittani dan saat ini sedang diterjemahkan dan dipelajari oleh ahli filologi Dr Betina Faist dari Universitas Heidelberg, Jerman.

Salah satu tablet menunjukkan bahwa situs ini kemungkinan besar adalah kota kuno Zakhiku, yang menurut para ahli, berdiri pada pertengahan Zaman Perunggu Tengah (sekitar 1800 SM).

Keterangan ini menandakan bahwa kota itu sudah ada sejak 400 tahun sebelumnya. Temuan teks di dalam tablet tanah liat itu diharapkan akan memberi petunjuk lebih terang.

Pada zaman kuno, bangunan istana itu berdiri pada ketinggian di atas lembah, hanya 20 meter dari tepi timur Sungai Tigris kuno.

Pada periode Kekaisaran Mittani, dinding teras dari bata berlumpur itu dibangun di depan bagian barat istana untuk menstabilkan medan yang miring.

“Menghadap ke Lembah Tigris, istana itu pasti menghadap ke panorama yang mengesankan,” kata tim arkeolog.

Kerajaan paling jarang diteliti

Dr Ivana Puljiz di lokasi penemuan reruntuhan istana kuno di tepian sungai Tigris, Irak. (F: Dok. Univ. Tubingen, Jerman)

Sepuluh tahun silam, tim arkeolog dari Universitas Tubingen, Jerman, telah melakukan penggalian di situs Kemune, ketika air waduk masih rendah.

“Bahkan pada saat itu kami menemukan tablet runcing Mittani dan melihat sisa-sisa lukisan dinding berwarna merah dan biru,” kata Hasan Ahmed Qasim.

Baca Juga : Pria Australia Temukan Bongkahan Emas Rp1 Miliar

Penggalian ini tidak dilanjutkan karena kawasan itu seringkali terendam banjir akibat pembangunan waduk Mosul pada pertengahan 1980-an. Barulah pada musim gugur lalu, penggalian itu dilanjutkan.

Menurut Ivana Puljiz, Kekaisaran Mittani adalah salah satu kerajaan yang paling jarang diteliti di kawasan Timur Dekat Kuno.

“Informasi tentang istana-istana dari Periode Mittani sejauh ini hanya tersedia dari Tell Brak di Suriah dan dari kota-kota Nuzi dan Alalakh, keduanya terletak di pinggiran kekaisaran.

Bahkan ibukota Kekaisaran Mittani belum teridentifikasi sejauh ini. Karena itulah, penemuan istana Mittani di situs Kemune ini sangat penting bagi arkeologi,” katanya.

Di masa kuno, kekuasaan Kekaisaran Mittani meliputi kawasan timur pantai Mediterania timur hingga kawasan timur bagian utara Irak.

Diperkirakan mereka berkuasa antara abad ke-15 hingga pertengahan abad ke-14 SM.

*****

Sumber: BBC Indonesia

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin