Home Warta Ekonomi

PT Unisem Batam Tutup, Ribuan Orang Terancam Nganggur

519
PT Unisem Batam
Proses produksi di pabrik Unisem Group. (F: Dok. Unisem)

Barakata.id, Batam – PT Unisem memutuskan menutup usahanya di Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) setelah delapan tahun terakhir terus merugi. Perusahaan yang memproduksi barang berupa speaker atau pengeras suara itu beroperasi sejak tahun 1991 di kawasan industri Batamindo, Mukakuning.

Keputusan tutupnya PT Unisem disampaikan induk perusahaan tersebut, Unisem (M) Bhd yang berkedudukan di Malaysia, melalui laman berita The Star, Jumat (28/6/19). Selain itu, ada pula surat pemberitahuan dari Presiden Direktur PT Unisem, Michael McKerreghan yang beredar luas di kalangan karyawan PT Unisem.

Dengan ditutupnya PT Unisem, dipastikan ribuan orang terancam jadi pengangguran. Perusahaan itu saat ini mempekerjakan sekitar 1.500 orang dengan sekitar 1.300 di antaranya berstatus permanen atau tetap, dan sisanya karyawan kontrak.

Baca Juga : Investor Masih Percaya Batam

Manager General Affair Batamindo, Tjaw Hoeing saat dikonfirmasi mengaku sudah mendapat informasi soal penutupan operasional PT Unisem.

“Saya juga baru dapat infonya (Jumat) sore kalau mereka (Unisem) akan tutup,” kata dia. Ia pun membenarkan ada sekitar 1.500 orang yang bekerja di PT Unisem.

Delapan tahun terus merugi

Mengutip The Star, penutupan PT Unisem Batam disebabkan perusahaan tersebut terus merugi selama delapan tahun belakangan atau sejak tahun 2011.

“Manajemen akan bekerja secara bertahap untuk mengurangi operasi sebelum menutup fasilitas di PT Unisem efektif 30 September 2019,” tulis The Star.

Baca Juga : Lowongan Kerja, PT Volex Perluas Usaha di Batam, Butuh 1.000 Tenaga Kerja

Disebutkan, pabrik Unisem di Batam adalah fasilitas satu pintu, yang menyediakan probe wafer, backgrinding wafer, pengemasan perakitan, tes akhir, dan drop shipment.

“Keputusan untuk menghentikan operasi di PT Unisem dicapai karena kerugian terus menerus selama bertahun-tahun sejak 2011. Meskipun investasi baru-baru ini, prospek bisnis untuk PT Unisem terus menjadi lemah.”

Alasan serupa juga disampaikan Presiden Direktur PT Unisem, Michael McKerreghan dalam suratnya yang ditujukan kepada para karyawan. Dalam surat itu, dituliskan bahwa kondisi perusahaan yang merugi sudah disampaikannya kepada para direksi.

Surat yang dibuat Presiden Direktur PT Unisem, Michael McKerreghan.

Dalam surat tersebut, Michael yang akrab disapa Mike itu menuliskan harapannya agar selama masa transisi, seluruh karyawan PT Unisem tetap mendukung pelayanan kepada para konsumen. Surat dengan menggunakan kop lambang dan tulisan Unisem itu, dibuat pada Jumat (28/6/19).

Berikut isi lengkap surat tersebut:


Dengan berat hati dan menyesal, saya menyampaikan informasi bahwa karena kondisi yang terus menerus sulit, dewan direksi PT Unisem and Unisem BHD telah memutuskan menghentikan operational perusahaan.

Walaupun belakangan ini investasi cukup banyak dilakukan, tapi keputusan sulit ini harus diambil sehubungan dengan prospek bisnis sejak Q3 2018 terus memburuk dan pendapatan terus menerus turun.

Dengan ketidakpastian kondisi perdagangan dunia, kecil harapan bahwa pendapan PT Unisem Batam akan cukup membaik di tahun 2019, sehingga menyebabkan keputusan yang sulit ini harus diambil.

Sebagian karyawan telah bersama sama dengan kami beberapa tahun belakangan, tapi kebanyakan telah berada di perusahaan ini cukup lama.

Saya, bekerja dengan Pak Ralph Duceour menyiapkan rencana bisnis kepada William Soeryadjaja di tahun 1990, sehingga berdirilah PT Astra Microtronics di tahun 1991.

Selama 28 tahun ini, kita sudah menghadapi banyak tahun-tahun baik dan buruk. Kita juga telah mengalami pertumbuhan ekspansi luar biasa… tapi saat ini kita menghadapi situasi pasar yang buruk dan biaya yang terus meningkat.

Minggu ini, sales kita di Amerika dan Eropa, bersama-sama dengan Pak HL Lee, Group COO beserta Pak Allan TOriaga, Direktur PT Unisem akan memberitahu kepada seluruh customer.

Kami telah bertemu dan memberitahukan perihal penghentian operasi perusahaan kepada ketiga serikat pekerja dan akan menjadwalkan pertemuan untuk membicarakan paket pembayaran sehubungan dengan penutupan.

Seperi yang selalu menjadi dasar bisnis saya di negara manapun, undang-undang yang berlaku di negara tersebut akan saya taati.

Dalam masa transisi ini, saya meminta semua karyawan tetap mendukung pelayanan kita terhadap custome. Tentu saja customer sudah mempercayakan material dan bebebrapa mesin mereka kepada kita.

Produk mereka harus dikerjakan dan mesin mereka dijaga secara profesional seperti yang selama ini kita lakukan.

Salam saya untuk semua karyawan

Mike McKerreghan

*****

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin