Home Kepulauan Riau Batam

Komisi III DPRD Batam Beri Rekomendasi Soal Angkutan Umum

8
Komisi III DPRD Batam
Komisi III DPRD Batam menggelar RDP tentang Angkutan Umum di Batam. (F: Istimewa)

Barakata.id, Batam – Komisi III DPRD Batam menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) tentang Angkutan Umum di Batam dengan sejumlah instansi terkait, Selasa (18/2/20). RDP itu menghasilkan beberapa rekomendasi yang diharapkan dapat dijalankan oleh pihak berwenang terkait angkutan umum di Batam.

Sejumlah rekomendasi tersebut di antaranya, kendaraan yang tak layak beroperasi, tak boleh jalan. Semua kendaraan angkutan umum diperiksa KIR-nya.

Kemudian, sopir angkutan umum tidak boleh lebih dari dua orang untuk satu mobil.

“Yang paling utama tentu, angkutan umum yang tidak laik dan tidak lolos KIR dilarang beroperasi,” ujar Wakil Ketua Komisi III DPRD Batam Rohaizat dalam RDP tersebut.

Baca Juga :
Bukit Daeng, Bimbar dan Tewasnya Calon Pengantin

Ia mengatakan, masalah angkutan umum di Batam harus disikapi dengan serius karena menyangkut nyawa orang. Semua pihak, harus berkomitmen dan bersinergi untuk melakukan pengawasan di lapangan dan menindak tegas bagi sopir atau pemilik kendaraan yang melanggar.

“Jika melanggar berikan sanksi administratif dan kalau perlu cabut izin usahanya,” katanya.

Anggota Komisi III DPRD Batam, Tumbur Hutasohit menambahkan, jangan ada lagi istilah sopir tembak atau sopir kedua, ketiga dan lainnya. Kehadiran sopir serep akan menimbulkan masalah karena banyak yang tidak memiliki surat izin mengemudi (SIM) untuk membawa angkutan umum.

“Di sini pemilik kendaraan harus tegas. Jangan ada lagi sopir-sopir kedua, ketiga dan keempat. Harus lengkap administrasi, jangan ada yang tidak lengkap tapi beroperasi,” ujar Tumbur.

Ia mengatakan, setiap badan usaha harus bertanggung jawab atas apa yang terjadi di lapangan. Pemilik kendaraan jangan hanya mementingkan keuntungan tapi mengabaikan keselamatan orang di jalan raya.

“Kadang dia di sebelah kiri, tiba-tiba langsung ke kanan. Suka-suka dia aja. Kan dalam aturannya tidak bisa seperti itu. Jangan lagi ada di lapangan yang seperti itu,” katanya.

RDP tersebut diikuti oleh Dinas Perhubungan, Kepolisian dan instansi terkait lainnya. Dari Komisi III DPRD Batam, tampak hadir Rohaizat, M Rudi, Tumbur Hutasoit, Amintas Tambunan, Biyanto dan Sumali.

*****

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin