Home Warta Dunia

Jenderal Iran Qassim Soleimani Tewas Dibom Saat Baru Turun dari Pesawat

87
Qassim Soleimani (F: Telegraph)

Barakata.id, Batam – Mayor Jenderal Qassim Soleimani, perwira tinggi Angkatan Bersenjata Iran dilaporkan tewas akibat serangan bom udara, Jumat (3/1/20). Saat itu, Soleimani baru saja turun dari pesawat di Bandara Internasional Irak.

Soleimani saat ini tercatat sebagai komandan Pasukan Quds, korps pasukan elite Iran yang juga pernah bertempur di Aleppo, Suriah.

Dilansir dari Associated Press, serangan udara memborbardir Soleimani ketika ia baru turun dari pesawat di bandara. Saat serangan usai, orang-orang melihat jasad Soleimani.

Baca Juga :
Lima Mata-Mata Cantik yang Pernah Hebohkan Dunia

Baca Juga :
Rudal Iran Siap Hantam Pangkalan Militer AS

Jasad Soleimani dikenali dari cincin yang digunakannya. Dalam serangan bom itu, ikut menjadi korban tewas adalah Wakil Komandan Milisi Syiah Irak (PMF), Abu Mahdi al-Muhandis.

Korban tewas lainnya adalah, Kataib Hizbullah, petinggi milisi dan seorang petugas protokoler bandara Irak, Mohammed Reda.

PMF menuduh Amerika Serikat adalah dalang di balik serangan tersebut. Namun, sampai saat ini AS belum memberikan pernyataan.

Serangan ini terjadi dua hari setelah milisi Syiah Irak dan simpatisannya menyerbu kedutaan besar Amerika Serikat di Baghdad. Insiden itu terjadi setelah AS membombardir markas Kataib Hizbullah pada akhir pekan lalu hingga menewaskan 25 orang.

Penyebabnya adalah AS menganggap Kataib Hizbullah menyerang markas pasukan AS dengan roket beberapa waktu lalu, dan menyebabkan anggota mereka terluka dan ada korban meninggal.

Menteri Pertahanan AS, Mark Esper, menyatakan sudah memutuskan mengirim pasukan tambahan untuk menjaga kedutaan AS di Irak usai insiden tersebut. Dia juga menyatakan sudah menerima informasi akan terjadi serangan susulan terhadap seluruh warga AS di Irak maupun di Timur Tengah.

“Permainan telah berubah,” kata Esper.

Baca Juga :
Cina Ogah Damai, Perang Dagang dengan AS Belum Usai

Baca Juga :
Iran Siap Serang Armada AS di Kawasan Teluk

Kejadian ini kemungkinan akan semakin mempertajam pertikaian antara AS dan Iran. Penyebabnya adalah AS memutuskan menarik diri dari perjanjian nuklir 2015 (Joint Comprehensive Plan Of Action) dan kembali menjatuhkan serangkaian sanksi kepada Iran.

Alasannya adalah terus melanjutkan proyek pengembangan rudal dan diduga terlibat dalam sejumlah peperangan, seperti Suriah dan Yaman.

Bahkan AS memasukkan korps prajurit elite Iran, Korps Garda Revolusi (IRGC), ke dalam daftar teroris. Iran yang mempunyai sejumlah sekutu milisi di Timur Tengah diduga menargetkan pasukan AS yang berada di Irak sebagai aksi balasan.

Soleimani pernah beberapa kali dilaporkan meninggal. Yakni saat kecelakaan pesawat pada 2006 di barat laut Iran, ledakan bom di Damaskus, Suriah pada 2012, dan terakhir dalam pertempuran melawan pemberontak di Aleppo, Suriah pada November 2015.

*****

Sumber : CNN

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin