Home Gaya Romantika Terbakar Cemburu, Pak RT Bunuh Janda yang Sering Digarapnya di Ladang

Terbakar Cemburu, Pak RT Bunuh Janda yang Sering Digarapnya di Ladang

3952
Ketua RT Suratmin digiring petugas di Mapolres Gunungkidul setelah ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan terhadap Paniyati, janda selingkuhannya, Jumat (3/1/20).(F: Suharjono/Sindonews)
Himbauan Pemprov Kepri

Ikuti kami di Google Berita

Barakata.id, Gunungkidul – Gara-gara terbakar api cemburu, seorang ketua RT tega bunuh janda selingkuhan yang sudah sering “digarapnya”. Suratmin, ketua RT itu, nekat menghabisi nyawa Paniyati (50), warga Dusun Sunggingan Desa Umbulrejo Kecamatan Ponjong, Gunungkidul.

Pembunuhan itu diawali oleh informasi yang sampai ke telinga Suratmin, bahwa janda selingkuhannya itu mau menikah dengan pria lain. Padahal, ia sudah menjalin hubungan asmara dengan Paniyati cukup lama, meskipun “main belakang”.


Baca Juga : Video Viral Pasien Nekat Mesum di Rumah Sakit, Infus Masih Terpasang
Baca Juga : Heboh Video Mesum Cupi Cupita, Betulan atau Cuma Mirip?

Bahkan, mereka berdua telah rutin melakoni adegan intim selayaknya hubungan suami-istri. Perbuatan mesum keduanya seringkali dilakukan di ladang yang merupakan lahan garapan Suratmin.

Pak RT terpancing emosinya ketika Paniyati mengatakan kepadanya bahwa ia akan menikah lagi pada Selasa (31/12/19) lalu. Mendengar itu, ia langsung menganiaya sang janda.

Baca Juga :

“Penganiayaan itu menyebabkan korban meninggal dunia,” kata Kapolres Gunungkidul, AKBP Agus Setiawan kepada wartawan di Mapolres Gunungkidul, Jumat (3/1/20).

Selanjutnya, dibunuh saat mau “main”

Ketua RT Suratmin digiring petugas di Mapolres Gunungkidul setelah ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan terhadap Paniyati, janda selingkuhannya, Jumat (3/1/20).(F: Suharjono/Sindonews)

Kepada polisi, Suratmin mengakui perbuatannya. Ia bahkan mengaku, sebelum peristiwa itu terjadi, antara dirinya dengan si janda sedang bersiap melakukan “adegan ranjang”.

Namun, tiba-tiba Paniyati berbicara dengan nada serius, bahwa ia ingin menikah dengan seorang pria. Seketika itu pula, Suratmin naik pitam.

Baca Juga :

“Jadi, korban ini mengatakan kepada pelaku bahwa ia akan menikah. Hal itu lah yang membuat pelaku cemburu dan naik pitam, sehingga nekat menghabisi nyawa korban,” kata Agus.

Bukan hanya tangan kosong, Pak RT itu juga menggunakan sabit saat menganiaya selingkuhannya tersebut.

“Korban mengalami luka berat di leher bagian kanan serta perut bagian atas, kemudian korban tersungkur di bebatuan,” kata Agus.

Melihat pacar gelapnya tak bernapas lagi, Suratmin pun panik. Ia kemudian melukai dirinya dengan 30 luka tusukan dengan menggunakan pucuk sabit.

Namun, meski terluka dan banyak mengeluarkan darah, Suratmin tak sampai meninggal. Ketika ditemukan, pelaku masih sempat dilarikan ke rumah sakit untuk ditolong nyawanya.

Selanjutnya, janji mesum di ladang

Kapolres Gunungkidul, Polisi, AKBP Agus Setiawan menunjukkan barang bukti yang digunakan Suratmin saat menghabisi nyaawa janda selingkuhannya, Jumat (3/1/20). (F: Suharjono/Sindonews)

Saat ditemui di Mapolres Gunungkidul, Suratmin lebih banyak menundukkan kepadanya. Tak banyak keterangan yang bisa dikorek dari mulut Ketua RT di Dusun Sunggingan tersebut.

Namun, ia mengakui kalau dirinya memiliki hubungan asmara dengan korban Paniyati sejak beberapa tahun terakhir. Bukan sekadar teman selingkuh, mereka berdua bahkan sudah sering “main kuda-kudaan”.

Biasanya, kata Suratmin, mereka janjian di perladangan di Batur Agung, Dusun Karang Wetan, Desa Gedangrejo, Karangmojo. Di area bebatuan yang ada di ladang itu, mereka berdua melakukan hubungan terlarang.

Lokasi ladang itu memang cukup tersembunyi dari pandangan orang. Ladang itu merupakan lahan garapan Suratmin.

Selanjutnya, mesum dengan modus cari rumput

Kapolres Gunungkidul, Polisi, AKBP Agus Setiawan menunjukkan barang bukti yang digunakan Suratmin saat menghabisi nyaawa janda selingkuhannya, Jumat (3/1/20). (F: Suharjono/Sindonews)

Kasatreskrim Polres Gunungkidul, AKP Anak Agung Dwipayana mengatakan, perselingkuhan antara Suratmin dengan Paniyati sudah berlangsung beberapa tahun. Keduanya sering janji temu di ladang dengan modus mencari rumput.

“Mereka berkomunikasi lewat telepon seluler. Kemudian salah satu dari mereka berangkat terlebih dahulu ke ladang, baru kemudian disusul,” katanya kepada wartawan di Mapolres Gunungkidul, Jumat (3/1/20).

Terakhir kali keduanya bertemu di ladang itu yakni pada hari Selasa (31/12/19) menjelang malam pergantian tahun.

Baca Juga :

Seperti pertemuan-pertemuan sebelumnya, hari itu keduanya juga sudah siap “tempur”. Namun, di tengah pemanasan, tiba-tiba korban Paniyati bilang bahwa ia akan menikah dengan seorang pria lain, bukan dengan Suratmin.

Mendengar itu, Suratmin langsung kalap. Api cemburu telah membutakan mata dan hatinya. Tanpa ampun, ia langsung menganiaya selingkuhannya tersebut.

Menurut Anak Agung, polisi bisa menyimpulkan pelaku pembunuhan terhadap Paniyati dengan cepat karena didukung keterangan sejumlah saksi.

Ketika Suratmin dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan akibat luka-luka yang diciptakannya sendiri, polisi sudah langsung melakukan pengamanan ketat di rumah sakit.

“Dari keterangan beberapa saksi, pelaku pembunuhan memang mengarah kepada Pak RT. Hari ini (kemarin) resmi kita tahan setelah sebelumnya kita tetapkan sebagai tersangka,” tegas Anak Agung.

Karena perbuatannya, Suratmin dijerat Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

*****

Sumber : Sindonews.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin