Home Kepulauan Riau Batam

DPRD Batam Minta Sekolah Swasta Beri Keringanan SPP

55
DPRD Batam
Komisi IV DPRD Batam menggelar RDP dengan sekolah swasta terkait pembayaran SPP di masa pandemi Covid-19, Kamis (25/6/20). (F: ist)

Barakata.id, Batam – DPRD Kota Batam meminta semua sekolah swasta memberi keringanan pembayaran uang SPP. Keringanan ini untuk membantu para orangtua siswa yang perekonomiannya sedang sulit dampak dari wabah virus corona (Covid-19).

Permintaan itu disampaikan dalam rapat dengar pendapat (RDP) antara Komisi IV DPRD Batam dengan kepala dan ketua yayasan sekolah swasta di Batam, Kamis (25/6/20). Ada sekitar 10 yayasan sekolah swasta yang menghadiri RDP tersebut.

RDP itu digelar usai Komisi IV menerima banyak laporan dari para orangtua murid terkait SPP.

Anggota Komisi IV DPRD Batam, Mustofa mengatakan, pihaknya mendapat laporan dari masyarakat bahwasannya para wali murid meminta kebijakan khusus kepada pihak sekolah swasta, untuk meringankan dalam pembayaran iuran SPP sekolah di masa pandemi Covid-19.

“Sekolah-sekolah besar seperti Charitas, Mondial, Harapan Utama, Tabga, Global Indo Asia, Kartini dan yang lainnya sengaja kita panggil dalam RDP ini. Kita ingin mendengar langsung solusi yang mereka punya dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini,” katanya, Jumat (26/6/20).

Baca Juga :
DPRD Batam Minta PLN Tera Ulang Meteran Listrik

Ia mengatakan, pada prinsipnya pihak sekolah juga mempunyai kebijakan-kebijakan khusus. Di antaranya, jika ada wali murid yang terdampak karena Covid-19, maka dari pihak sekolah akan memberikan keringanan/kebebasan untuk pembayaran SPP.

“Ada juga di beberapa sekolah untuk pembayaran SPP selama pandemi ini, ada yang diberi diskon 5 sampai 15 persen. Artinya selama mereka terdampak ada keringanan yang diberikan dari pihak sekolah,” katanya.

Di sisi lain, lanjut Mustofa, keringanan pembayaran SPP juga harus memperhatikan keberlangsungan operasional sekolah. Karena itu, tidak bisa juga diberikan keringan secara menyeluruh.

“Tidak bisa dibebaskan (gratis) seluruhnya. Karena sekolah atau yayasan kan juga harus membayar gaji para guru. Jadi, kalau memang wali murid tidak mampu karena terdampak Covid-19, akan ada keringanan yang besarnya akan disesuaikan,” kata dia.

Mustofa mengatakan, setelah RDP ini, pihaknya masih akan mengumpulkan pihak yayasan dan sekolah swasta lainnya yang masuk dalam kategori kalangan menengah ke bawah.

“Saat ini yang dipanggil memang baru sekolah-sekolah swasta yang besar saja, nanti akan dipanggil lagi yang lain,” kata dia.

Pada kesempatan itu, Mustofa juga berharap, akan ada bantuan dari pemerintah daerah di masa pandemi Covid-19 ini untuk sekolah-sekolah swasta.

Turut hadir dalam RDP itu di antaranya, Kepala Dinas Pendidikan Batam Hendri, jajaran ketua dan anggota Komisi IV DPRD Batam seperti Ides Maidri, Ahmad Surya, M Mustofa, Bobby Alexsander Siregar, Sahrul, dan Aman. Kemudian tampak pula para kepala sekolah dan Ketua Yayasan sekolah Charitas, Mondial, Harapan Utama, Tabga, Global Indo Asia, serta sekolah Kartini.

*****

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin