Home Warta

Diskon Tarif Listrik Turun 50 Persen, Pemerintah: Ekonomi Sudah Membaik

Diskon Tarif Listrik
Ilustrasi. Pemerintah memperpanjang diskon tagihan listrik.(F: Asrul R/Barakata.id)

Barakata.id, Jakarta – Pemerintah memutuskan mengurangi pemberian diskon tarif listrik pada tahun ini. Dari semula diskon 100 persen kini menjadi 50 persen saja.

Pemberian stimulus berupa diskon tarif listrik untuk tahun ini memang diperpanjang hingga bulan Juni 2021. Diskon tersebut merupakan upaya pemerintah meringankan beban masyarakat akibat pandemi Covid-19.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rida Mulyana mengatakan, diskon tarif listrik, dan pelaksanaan pembebasan biaya beban atau abonemen, serta pembebasan penerapan ketentuan rekening minimum diperpanjang pada kuartal II-2021, mulai April sampai dengan Juni 2021.

BACA JUGA : Begini Cara Dapatkan Stimulus Listrik Covid-19, Lewat Aplikasi PLN Mobile Lebih Mudah

Menurut dia, pemerintah memutuskan tetap memberikan stimulus listrik kepada masyarakat dan pelaku usaha terdampak Covid-19 pada tahun ini. Stimulus tarif listrik yang diberikan oleh pemerintah bersifat sementara, tidak berupa bantuan yang permanen.

Rida menegaskan, diskon tarif listrik mulai kuartal II-2021 ini diberikan sebesar 50% dari stimulus yang diterima sebelumnya.

“Dengan membaiknya perekonomian nasional, diputuskan bahwa pemberian diskon tarif untuk golongan rumah tangga, industri, dan bisnis kecil 450 VA, itu akan diberikan sebesar 50%, tidak lagi 100%. Selain stimulus, juga tetap menerima subsidi,” ujarnya di Jakarta, dikutip dari Okezone, Selasa (9/3/21)

Rida mengatakan, pemerintah terus berkomitmen memberikan stimulus untuk meringankan beban masyarakat tidak mampu dan rentan, serta kelompok industri dan komersial dalam menghadapi masa pendemi Covid-19.

“Kebijakan tersebut adalah wujud kepedulian dan kehadiran negara kepada masyarakat dan juga perlindungan kepada sektor industri dan komersial yang terdampak akibat pandemi,” ujarnya.

BACA JUGA : Cara Sederhana Agar Tagihan Listrik Tak Bengkak

“Kami meyakini listrik mendorong masyarakat dan pelaku usaha tetap produktif meskipun di tengah pandemi Covid-19,” sambung Rida.

Adapun kebutuhan anggaran stimulus subsektor ketenagalistrikan hingga Juni 2021 diperkirakan sebesar Rp6,94 triliun, dengan pelanggan penerima manfaat sebanyak 33,9 juta pelanggan.

Dalam pelaksanaan program tersebut, Kementerian ESDM menyampaikan agar PT PLN (Persero) tetap berupaya menjaga efisiensi pengusahaan tenaga listrik dan tetap menjaga kualitas pelayanan yang diberikan kepada konsumen.

*****

Editor : YB Trisna

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin