Home Warta Nusantara

Cuaca Ekstrem, KLM Armada Bahari Bermuatan Pupuk Tenggelam di Laut Jawa, 6 Kru Diselamatkan Kapal Kargo

57
Kapal Armada Bahari Mulya
Salah satu dari 6 kru Kapal Armada Bahari Mulya diatas rakit saat diselamatkan sebuah kapal kargo tujuan Sampit. F: Info PBUN/Istimewa

Barakata.id, Sampit – KLM Armada Bahari Mulya bermuatan pupuk tenggelam hantaman ombak sekitar 2,5 meter di Laut Jawa, pada Rabu (16/12/2020).

Enam orang kru kapal termasuk nakhoda kapal selamat dalam peristiwa tersebut.

Berita acara yang diterima awak media, KML Armada Bahari Mulya bertolak dari pelabuhan Gresik, Jawa Timur, menuju Kendawangan, Kalimantan Barat, pada Senin (14/12/2020 sekitar pukul 20.00 WIB. Cuaca saat itu bagus. Semuanya berjalan lancar.

Baca juga: 

“Selama dalam perjalanan cuaca masih terasa bagus hingga Selasa (15/12). Keesokan harinya, Rabu (16/12) tiba-tiba cuaca ekstrim. Angin kencang. Ombak setinggi 2,5 meter hingga kapal tak bisa terkendalikan lagi,” ujar nakhoda Kapal M.Ishak,

Dalam berita acara tersebut, M Ishak mengatakan, kapal berukuran 26.40 M dan berkapasitas 209 GT tersebut dihantam ombak tinggi dari arah Barat Daya.

Rasa panik dan mencekam tentunya muncul, tetapi nakhoda mencoba yakin dengan memutar arah kapal membelakangi ombak.

Baca juga:

Ishak berusaha mengendalikan kapalnya dengan membelakangi arah ombak. Namun air tetap masuk. Ia bersama kru kala lainnya mencoba untuk mengoptimalkan seluruh pompa air yang ada untuk mengurangi air yang masuk ke dalam kapal tersebut, tetapi gagal.

“Air semakin banyak dan bahkan sudah memasuki mesin induk,” kisahnya.

Kondisi kapal yang sudah tidak tertolong tersebut membuat para kru kapal akhirnya berpikir untuk menyelamatkan diri sebelum kapal tenggelam.

Selain menyelamatkan diri dengan menggunakan rakit, sejumlah dokumen penting dan barang-barang yang bisa selamatkan dinaikan ke atas rakit.

Baca juga:

“Rakit kami turunkan ke laut. Dokumen penting kami selamatkan. Setelah itu kami lompat satu per satu ke atas rakit untuk selamatkan diri,” terangnya.

Usai menyelamatkan diri dengan menggunakan rakit, mereka sempat melihat detik-detik kapal yang bermuatan pupuk itu akhirnya tenggelam sekitar pukul 09.00 WIB.

“Kami sempat berusaha mencari bantuan dengan menggunakan radio VHF, namun tidak ada yang merespon,” terangnya.

Lalu pada Kamis (17 /12/ 2020) WIB, para kru kapal termasuk nakhoda mendapatkan pertolongan dari kapal Kargo saat itu sedang melintas dengan tujuan Sampit. Mereka akhirnya dibawa ke Sampit.

Baca juga: 

Sementara pihak PT Pelayaran Inti Internasional MV Forsithia dalam berita acaranya menerangkan bahwa pada Kamis (17/12) sekitar pukul 13.00 WIB, seorang mualim jaga melihat adanya benda terapung di atas laut.

Mualim jaga juga melihat beberapa orang melambaikan tangan untuk meminta pertolongan. Lalu mualim jaga memberikan informasi kepada nakhoda kapal.

Setelah itu dilakukan pertolongan dan ke enam kru kapal itu dapat diselamatkan.

*****

Editor: Ali Mhd

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin