Home Kepulauan Riau Batam

Berawal Cas Ponsel, Berujung Penjara

29
PMI ilegal
Dua orang pelaku penyelundupan PMI ilegal J dan IP. F Humas Polresta Barelang.

Barakata.id, Batam – Polsek Kawasan Pelabuhan Batam mengungkap kasus PMI ilegal yang berawal dari seseorang menumpang cas ponsel di Pelabuhan Internasional Batamcenter, 21 September silam. 

Saat, S sedang cas ponsel itu, petugas kepolisian melihat gerak gerik yang mencurigakan. 

“Saat itu petugas menanyakan maksud dan tujuan S ini,” kata Awal, Jumat (30/9/2022). 

Setelah ditanya-tanya oleh petugas, S akhirnya mengakui bahwa ia akan bekerja di Malaysia. Namun, ditolak untuk masuk ke Malaysia. 

Baca juga : Ini Nih Untung Penyaluran PMI Ilegal di Batam

Dari pemeriksaan kepolisian, S diketahui adalah PMI ilegal. Kepada polisi S menceritakan bahwa selama di Batam, dia ditampung seseorang berinisial IP. 

Ip berperan sebagai penampung PMI ilegal di Batam. “Kami lakukan penelusuran dan dapat mengamankan Ip berusia 48 tahun di Pelabuhan Internasional Batamcenter,” ujar Awal. 

Meskipun sudah mengamankan satu orang pemain PMI ilegal di Pelabuhan Internasional Batamcenter. Awal tetap meminta jajaranya melakukan pengawasan ketat di Pelabuhan Internasional Batamcenter. 

Pengawasan ini membuahkan hasil, Polsek KKP kembali menangkap satu orang pelaku penyelundupan PMI ilegal J,39 28 September lalu. 

“J ini memfasilitasi para PMI berangkat ke Malaysia secara non prosedural. Dari pengawasan ini, kami menyelamatkan 3 orang PMI yang akan diberangkatkan secara ilegal ke Malaysia,” ucapnya. 

Dari dua pengungkapan kasus ini, polisi mengamankan barang bukti paspor, tiket kapal, KTP, ponsel dan ATM. 

Baca juga : Kapolresta Barelang Minta Kapolsek Tindak PMI ilegal

“Kedua pelaku ini untungnya besar, mulai dari Rp600 ribu hingga Rp7 juta, per orang (PMI Ilegal),” tutur Awal. 

Awal meminta masyarakat tidak tergiur iming-iming bekerja ke luar negeri dengan gaji besar, namun berangkat secara ilegal. 

“Saya ingatkan jika ingin bekerja di luar negeri, harus melengkapi dokumen sesuai ketentuan yang berlaku. Karena di dalam peraturan tersebut adanya perlindungan terhadap PMI,’ ungkap Awal. 

Atas perbuatan J dan Ip, polisi terancam 10 tahun penjara dan denda paling banyak Rp15 miliar. 

Dapatkan update berita setiap hari di Barakata.id. Yok! bergabung di Grup Telegram "KATA BARAKATA", caranya klik link https://t.me/SAHABATKATA, kemudian join. Juga ikuti Barakata.id di Google Berita. Lihat selengkapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin