Home Kepulauan Riau

Investasi KEK Galang Batang Bakal Ditambah Rp30 Triliun

49
KEK Galang Batang
Menko Marves, Luhut Binsar Panjaitan bersama Gubernur Kepru, Ansar Ahmad di Jakarta, Kamis (30/9/22). (F: barakata.id/ist)

Barakata.id, Batam – Pemerintah pusat berencana menambah investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri) sebesar USD 2 miliar atau setara dengan Rp30 triliun. KEK Galang Batang dinilai menjadi role model investasi yang berkelanjutan dan dapat ditiru daerah lain di Indonesia.

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad mengatakan, rencana penambahan investasi hingga Rp30 triliun itu sudah dibahas bersama Menteri Koordinator RI Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marvest), Luhut Binsar Panjaitan di Jakarta, Kamis (30/9/22).

Kata Ansar, dalam waktu dekat ini, akan dilaksanakan peluncuran penambahan dan pengembangan  investasi di kawasan industri dimaksud.

BACA JUGA : Pembahasan KEK Galang Batang, Temukan Solusi Percepatan Investasi di Kepri

KEK Galang Batang beroperasi sebagai sentra industri pengolahan mineral hasil tambang (bauksit) dan produk turunannya baik dari refinery maupun dari proses smelter. KEK ini menjadi salah satu kebanggaan Provinsi Kepri dan Indonesia yang dikembangkan oleh PT Bintang Alumina Indonesia (BAI).

Kawasan tersebut menjadi salah satu sumber pendapatan asli daerah (PAD) dan devisa.

“Banyak harapan ke depan bahwa KEK Galang Batang menjadi contoh pengembangan industri yang ramah lingkungan (geen energy),”  kata Ansar.

Ansar pun menaruh harapan, penambahan investasi ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi di Kepri khususnya pulau Bintan.

“Kami juga meminta Direktur KEK Galang Batang dapat memprioritaskan penyerapan tenaga kerja lokal yaitu anak-anak tempatan dengan memperhitungkan spesifikasi bidang kerjanya agar anak daerah mendapat porsi di kawanan industri ini,” ujar dia.

Serap 23.200 tenaga kerja

Diperkirakan KEK Galang Batang akan mampu menyerap tenaga kerja sampai 23.200 orang, tersebar untuk industri pengolahan refinery sebanyak 350 orang, industri pengolahan smelter 260 orang dan jasa dermaga serta pelabuhan yang berpotensi menciptakan kegiatan ikutan (multiplier effect) di kawasan tersebut.

BACA JUGA : Airlangga Hartarto: KEK Batam Jadi Mercusuar Ekonomi Digital Indonesia

Oleh sebab itu, Ansar mengimbau masyarakat untuk mempersiapkan anak-anaknya agar dapat bekerja di kawasan industri ini.

Dalam pertemuan dengan Luhut, Ansar juga meminta bantuan dukungan untuk percepatan penyediaan penambahan kapasitas listrik di kawasan ekonomi khusus tersebut.

Untuk diketahui pada 3 September yang lalu PLN dan PT BAI telah melakukan kerjasama untuk penyediaan daya listrik sebesar 1.300 megawatt (MW) untuk PT BAI hingga tahun 2050. Pasokannya akan dilakukan secara bertahap, yakni 300 MW di tahun 2026, 500 MW di tahun 2027, dan 1.300 MW di tahun 2029-2050.

Dalam penyediaan tersebut PLN akan mengedepankan pasokan daya dari pembangkit berbasis energi baru terbarukan (EBT) yang potensinya sangat besar di Sumatera.(jlu)

Dapatkan update berita setiap hari di Barakata.id. Yok! bergabung di Grup Telegram "KATA BARAKATA", caranya klik link https://t.me/SAHABATKATA, kemudian join. Juga ikuti Barakata.id di Google Berita. Lihat selengkapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin