Home Kepulauan Riau

Bagaimana Cacar Monyet Menular ke Manusia?

85
Ilustrasi, salah satu sudut Kota Singapura yang ramai dikunjungi wisatawan. Warga Batam diimbau menghindari bepergian ke Singapura untuk mencegah penularan virus cacar monyet yang sudah menyerang negara tersebut. (net)

Batam – Sepekan belakangan, kita dihebohkan dengan hadirnya penyakit bernama cacar monyet. Penyakit ini menimbulkan kecemasan di Indonesia lantaran ada temuan kasus manusia terinfeksi di Singapura, negara yang hanya berjarak satu jam dari Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Sebenarnya apa cacar monyet itu, dan bagaimana cara menularnya ke tubuh manusia? BBC melaporkan, penyebaran virus ini pertama kali dilaporkan dari Afrika kawasan barat dan tengah pada dekade 1970-an.

Deteksi virus cacar monyet pertama di luar Afrika terjadi di Amerika Serikat, tahun 2003. Pada September 2018, Inggris mengumumkan kasus cacar monyet pertama di negara mereka, yang diduga berkaitan dengan perjalanan seseorang dari Nigeria.

Kemudian yang terbau, Otoritas kesehatan Singapura menyebut cacar monyet dapat menyerang manusia antara dua hingga empat pekan. Kementerian Kesehatan Singapura sudah menemukan satu pasien terjangkit virus cacar monyet, dan kini sedang menjalani karantina.

Selain itu, juga ada 23 orang lain yang dalam pengawasan dan mendapat vaksin. Mereka adalah orang-orang yang pernah berinteraksi dengan si pasien penderita cacar monyet.

Gejala awal pengidap cacar monyet adalah demam, sakit kepala, dan penyebaran semacam jerawat, yang berisi cairan bening atau nanah, ke berbagai bagian tubuh manusia.

Bagaimana penularannya?

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi mengatakan, virus ini dapat merasuk ke tubuh manusia yang mengkonsumsi daging binatang liar, antara lain monyet dan hewan pengerat.

Hingga saat ini, kata Didi, belum terdapat bukti ilmiah yang menyebut virus cacar monyet dapat menular akibat kontak antarmanusia.

“Kalau kita mengkonsumsi hewan yang terkontaminasi virus cacar monyet, baru kita dapat tertular,” ujarnya di Batam, Senin (13/5/19).

Direktur Eksekutif Pusat Penyakit Menular Singapura, Leo Yee Sin, menyebut virus cacar monyet tidak lebih menular ketimbang flu. Dengan argumentasi itu, seperti dilansir AFP, Leo memperkirakan, “resiko penyebaran cacar monyet di Singapura sangat rendah.”

Tingkat bahaya cacar monyet

Didi Kusmarjadi mengkategorikan cacar monyet sebagai self-limiting disease atau penyakit yang dapat hilang dengan sendirinya dari tubuh manusia. Cacar air disebut dapat mematikan, jika diidap seseorang yang mengalami komplikasi penyakit.

“Penderitanya bisa meninggal kalau mengalami komplikasi akut. Kalau hanya terkena virus dan daya tahan tubuh baik, bisa sembuh sendiri,” katanya.

“Warga Indonesia umumnya sudah imunisasi cacar, jadi 75% tubuh kita bisa terlindungi dari virus ini,” sambung Didi.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) pernah mendesak otoritas medis di setiap negara untuk segera mengidentifikasi kasus cacar monyet untuk menghentikan potensi wabah.

Masyarakat di kawasan terjangkit cacar monyet diminta menghindari kontak langsung dengan primata, hewan pengerat, dan orang yang tengah mengidap virus tersebut.

*****

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin