Home Kepulauan Riau Batam

Alhamdulillah, Fraksi PDIP DPRD Batam Beri Setengah Gaji untuk Penanganan Corona

137
Fraksi PDIP DPRD Batam
Anggota Fraksi PDIP DPRD Batam bersama Ketua DPD PDIP Provinsi Kepri, Soerya Respationo (tenga). Semua anggota Fraksi PDIP DPRD Batam memberi setengah gaji mereka untuk membantu penanganan virus corona di Batam. (F: Barakata.id/Istimewa)

Barakata.id, Batam – Fraksi PDIP DPRD Kota Batam memberikan setengah gaji anggotanya untuk membantu menangani penyebaran virus corona atau Covid-19 di Kota Batam. Penyisihan gaji anggota Dewan dari PDIP itu akan dimulai pada April 2020.

“Semua anggota DPRD Batam dari Fraksi PDIP sudah sepakat akan menyisihkan sebagian pendapatan atau gajinya, dimulai awal bulan depan (April). Aksi kami ini sudah diketahui Ketua Umum PDIP (Megawati Soekarnoputri), dan beliau menyambut baik inisiatif kami untuk membantu tenaga medis dalam menangani dan memerangi wabah virus corona di Batam,” ujar Ketua Fraksi PDIP DPRD Batam, Putra Yustisi Respaty di Batam, Sabtu (28/3/20) siang.

Ia mengatakan, nantinya hasil penyisihan gaji semua anggota DPRD Batam dari Fraksi PDIP, akan dikoordinir dan diprioritaskan kepada yang paling membutuhkan. Misalnya kepada tenaga medis melalui beberapa rumah sakit rujukan pasien Covid-19, dan masyarakat yang positif terkena virus corona agar secepatnya mampu memutus rantai penyebaran virus mematikan tersebut.

Baca Juga :
Cegah Virus Corona, Ini 7 Cara Hilangkan Kebiasaan Menyentuh Wajah

Putra memastikan, penyisihan setengah gaji ini tidak hanya sekali pada April 2020 tapi akan berlangsung selama virus corona masih mengancam masyarakat Batam. Ia mengatakan, sepanjang Covid-19 masih marak mengancam kehidupan di Batam, fraksinya akan tetap konsisten menyalurkan bantuan berupa penyisihan sebagian gaji tiap bulan.

Putra pun mengimbau seluruh masyarakat di Batam supaya mematuhi semua imbauan pemerintah untuk bersama-sama mencegah penyebaran virus corona. Ia percaya, kalau setiap orang patut terhadap imbauan-imbauan yang diberikan pemerintah dan para ahli kesehatan, virus yang menyerang saluran pernapasan itu tak akan lagi bertahan lama.

“Kita harus yakin dan percaya, ikuti semua imbauan. Jaga kesehatan, terapkan pola hidup bersih dimulai dari lingkungan terkecil yakni keluarga. Semoga semua upaya kita itu bisa memutus mata rantai penyebaran virus corona ini secepatnya,” kata dia.

“Kalau kita hanya mengandalkan pemerintah dan tenaga medis saja, tanpa diimbangi dengan kesadaran masing-masing masyarakat, mustahil pemutusan rantai penularan virus corona ini bisa secepatnya dilakukan,” sambung anggota Komisi II DPRD Batam ini.

Putra Yustisi Respaty
Putra Yustisi Respaty

Aksi menyumbangkan sebagian gaji anggota Fraksi PDIP DPRD Kota Batam ini, merupakan jawaban dari banyaknya suara-suara masyarakat yang meminta Wakil Rakyat ikut bertindak nyata membantu upaya pencegahan penyebaran virus corona.

Di media sosial, sejak sepekan belakangan, semua partai politik di Indonesia, baik itu berbasis nasionalis maupun agama, ramai kebanjiran kritik dan sindiran dari netizen di berbagai platform media sosial (medsos) seperti Facebook, Instagram maupun Twitter. Netizen pun meenyebar foto berbagai meme dan foto.

Salah satunya, wajah seorang pria yang mengenakan masker bergambar logo semua parpol peserta Pemilu 2019. Dalam foto itu disertai tulisan “Kami masyarakat siap menampung bantuan masker”. Sejak itu foto itu beredar luas di masyarakat, satu persatu parpol mulai mulai turun aksi sosial.

Baca Juga :
Umat Muslim Batam, Sementara Ini Salat Berjamaah di Rumah Saja

Aksi sosial tersebut diwujudkan dalam beragam kegiatan seperti misalnya melakukan penyemprotan disinfektan ke tempat ibadah dan fasilitas umum serta pembagian hand sanitizer ke masyarakat. Adapun para anggota Fraksi PDIP DPRD Batam memilih aksi dengan menyisihkan setengah dari pendapatannya untuk membantu penanganan virus corona atau Covid-19 di Batam.

Sejauh ini, jumlah pasien yang positif terjangkit virus corona di Batam berjumlah 3 orang. Sedangkan yang masuk kategori pasien dalam pengawasan (PDP) dan hasilnya negatif sebanyak 23 orang.

Untuk PDP yang masih dalam proses uji lab dan belum keluar hasilnya sebanyak 13 orang. Sedangkan kategori orang dalam pengawasan (ODP) atau orang tidak sakit namun sempat melakukan kontak dekat dengan orang yang berstatus PDP maupun yang sudah positif tertular virus corona sebanyak 756 orang.

*****

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin