Home Warta Nusantara

Jokowi Nilai Penanganan Pandemi di Indonesia Tak Buruk

20
Jokowi Lockdown
Presiden Jokowi memberikan pernyataan terkait penanganan Covid-19 di Indonesia. (F: YouTube Sekretariat Presiden)

Barakata.id- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai penanganan pandemi di Indonesia tak buruk. Namun, Jokowi mengatakan perbandingannya pun harus tepat.

“Kalau Indonesia dibandingkan dengan negara kecil yang penduduknya sedikit, tentu perbandingan seperti itu tidak menggambarkan keadaan sebenarnya,” ujarnya, dikutip pada Minggu (4/10/20) dari pernyataanya yang diunggah di akun YouTube Sekretariat Presiden.

Menurutnya, jika dibandingkan dengan negara-negara berpenduduk besar, kasus penyebaran dan tingkat kematian akibat Covid-19 di Indonesia masih lebih baik dibanding negara-negara dengan kategori yang sama.

Baca Juga:
Moeldoko Minta Rumah Sakit Jujur: Jangan Semua Pasien Meninggal Dibilang Positif Covid-19

Berdasarkan data per 2 Oktober misalnya, Indonesia berada pada posisi 23 di tingkat kasus positif Covid-19 dari semua negara-negara di dunia dengan jumlah sebanyak 295.499 kasus.

Di atas Indonesia, terdapat sejumlah negara yang juga berpenduduk besar dengan jumlah kasus yang terpaut jauh bila dibandingkan negara Indonesia. Misalnya Amerika Serikat di peringkat pertama dengan 7.495.136 kasus, disusul India dengan 6.397.896 kasus, Brazil dengan 4.849.229, dan Rusia dengan 1.194.643 kasus.

“Dalam hal ekonomi, pencapaian kita juga tidak jelek. Ekonomi kita menurun, betul. Ini fakta. Tapi mana ada negara yang tidak menurun ekonominya (dalam situasi ini). Bahkan, ada banyak negara lain yang harus memikul beban ekonomi lebih parah,” ujarnya.

Seperti di kawasan Asia Tenggara, pertumbuhan ekonomi Indonesia per kuartal 2 2020 yang mencatat pertumbuhan negatif 5,3 persen masih lebih terjaga dibanding negara-negara tetangga yang di antaranya Malaysia dengan minus 17,1 persen, Filipina dengan minus 16,5 persen, Singapura yang minus 13,2 persen, hingga Thailand dengan minus 12,12 persen.

D tingkat global, juga banyak negara yang mengalami pertumbuhan negatif dengan angka yang jauh lebih besar seperti India yang bertumbuh negatif 23,9 persen hingga Amerika Serikat dengan pertumbuhan negatif 9,5 persen.

Jokowi berharap rakyat Indonesia tak kehilangan harapan di tengah pandemi. Mengingat pemerintah terus berupaya keras menangani pandemi dengan menjaga keseimbangan di tiap aspek. Selama 7 bulan menangani pandemi, Jokowi menegaskan sejak awal, aspek kesehatan masyarakat merupakan prioritas utama pemerintah.

“Kesehatan masyarakat, kesehatan publik, tetap nomor satu, tetap yang harus diutamakan. Ini prioritas,” ujarnya.

Baca Juga:
Jokowi: Mini Lockdown Lebih Efektif Tangani Covid-19

Kendati demikian pemerintah juga mengeluarkan tindakan untuk meminimalkan dampak ekonomi yang ditimbulkan akibat pandemi.

“Jika kita mengorbankan ekonomi, itu sama saja dengan mengorbankan kehidupan puluhan juta orang. Ini bukan opsi yang bisa kita ambil. Sekali lagi, kita harus mencari keseimbangan yang pas,” tuturnya.

Hal itu diwujudkan dengan digulirkannya berbagai kebijakan yang menyentuh ekonomi masyarakat. Bahkan dana yang dikeluarkan untuk memberikan berbagai subsidi dan untuk penanganan Covid-19 ini angkanya menyentuh ratusan triliun.

****

Editor: Asrul R

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin