Home Warta Ekonomi Tingkatkan Daya Saing Batam, Begini Skema Bisnis Bandara Hang Nadim

Tingkatkan Daya Saing Batam, Begini Skema Bisnis Bandara Hang Nadim

25
Skema Bisnis Bandara Hang Nadim
BP Batam telah menyusun skema pengembangan bisnis Bandara Hang Nadim untuk meningkatkan daya saing Batam.
Himbauan Pemprov Kepri

Barakata.id, Batam – Kota Batam terus berbenah untuk meningkatkan daya saing di sektor logistik dan perdagangan. Salah satunya dengan mengembangkan Bandara Internasional Hang Nadim dengan skema bisnis secara menyeluruh.

Badan Pengusahaan (BP) Batam selaku pengelola Bandara Hang Nadim pun telah menyusun masterplan pengembangan bandara tersebut. Bandara Hang Nadim akan dikembangkan dengan skema bisnis di atas lahan selus 1.763 hektare (ha).


BP Batam sedang mengembangkan airport, logistic, CBD dan industri penerbangan. Sebagai pengelola kawasan, BP Batam memang mengemban misi menumbuhkan kegiatan-kegiatan di bidang ekonomi, seperti sektor perdagangan, maritim, industri, perhubungan, perbankan, pariwisata dan bidang lainnya.

BACA JUGA : Batam Menuju Pusat E-Commerce, Batuampar dan Hang Nadim Bersolek

Kemudian, disiapkan pengembangan logistic hub pergudangan, distribusi, added value services dan halal hub. Selanjutnya pengembangan industri penerbangan MRO dan manufaktur komponen, suku cadang, dan pesawat.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi mengatakan, skema bisnis pengembangan KPBU Bandara Hang Nadim dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan permintaan layanan kebandarudaraan yang saat ini telah melebihi kapasitas. Selain itu, pengembangan juga ditujukan untuk mewujudkan rencana strategi jangka menengah Kota Batam yaitu mewujudkan Logistic Aero city.

“Melalui pembangunan bertahap, Bandara Hang Nadim diharapkan dapat memberikan layanan untuk 30 juta penumpang per tahun, 237 air traffic movement (ATM), dan volume kargo 190.000 MT pada tahun 2045,” katanya di Batam, Jumat (21/5/21).

Muhammad Rudi
Kepala BP Batam, Muhammad Rudi

Lingkup proyek (Project Scope), design, build, finance, operate and maintaine, yang secara spesifik, merenovasi dan memperluas terminal I, membangun Terminal II dan merelokasi terminal kargo. Selanjutnya, melakukan pengoperasian dan pemeliharaan bandara.

Pengembangan itu dimaksudkan untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan di Bandara Hang Nadim. BP Batam ingin mengembangkan kawasan logistic hub yang dapat mengefisienkan biaya logistik bagi para pelaku usaha di Batam.

“Pengembangan-pengembangan ini untuk meningkatkan daya saing Batam di sektor logistik dan perdangangan,” kata Rudi.

BACA JUGA : Hang Nadim Dicanangkan Jadi Bandara Tangguh

Pengembangan tersebut akan dibantu oleh konsorium Angkasa Pura (AP) I, Incheon International Airport Corporation (IIAC) dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. Melalui mekanisme kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU).

Rudi oprtimistis, Bandara Hang Nadim Batam akan menjadi hub dan menjadi pusat untuk rute penerbangan ataupun kargo internasional. Pengembangan juga akan dilakukan terhadap kapasitas terminal untuk lebih banyak mengakomodasi pergerakan penumpang.

Selain Bandara Hang Nadim, BP Batam juga sedang meningkatkan Pelabuhan Batuampar. Rudi mengatakan, pengembangan Bandara Hang Nadim dan Pelabuhan Batuampar akan mendukung Batam menjadi sentral e-commerce.

Kata dia, Batam e-commerce sejalan rencana induk pengembangan KPBPB BBKT) tahun 2020-2045. Dengan fokus masing-masing area di antaranya, Batam difokuskan pada bidang hub logistik internasional (e-commerce), industri kedirgantaraan, industri light and valuable (high tech), industri digital dan kreatif, international trade and finance center serta pariwisata.

*****

Editor : YB Trisna

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin