Beranda Kepulauan Riau Batam

Usaha Terancam Tutup, Pengusaha Depot Air Galon Mengadu ke Ketua DPRD Batam

11
0
DPRD Batam
Ketua DPRD Batam, Nuryanto menerima kunjungan Pengurus DPC Perdamindo di ruang pimpinan. (F: barakata.id/ist)
- Advertisement -
DPRD Batam

Barakata.id, Batam – Para pengusaha depot air minum yang tergabung dalam Pengurus Dewan Pimpinan Cabang Perkumpulan Dunia Air Minum Indonesia (DPC Perdamindo) Kota Batam mengadukan masalah yang mereka hadapi kepada pimpinan DPRD Kota Batam. Mereka resah karena usaha mereka terancam tutup.

Menurut para pengusaha itu, masuknya pengusaha air minum skala besar secara masif ke lingkungan perumahan sangat mengancam keberlangsungan usaha mereka. Pasalnya, harga yang dijual per galonnya relatif sama, yang membuat warga lebih memilih air dengan merek tertentu saja.

- Advertisement -

Bukan sekadar harga jual yang relatif sama, menurut mereka, usaha air minum kemasan yang dijalankan sudah dikuasai oleh pengusaha yang berkapasitas besar. Belakangan ini, mereka merasakan hasil penjualan yang turun drastis.

“Sekarang penjualan kami bisa dihitung jari tangan,” kata Ketua DPC Perdamindo Kota Batam, Togi Siahaan saat bertemu Ketua DPRD Batam, Nuryanto, kemarin.

BACA JUGA : Ketua DPRD Batam Geram Gas Melon Langka, Duga Ada Kecurangan

Ia mengatakan, ada 50 pelaku usaha yang tergabung dalam Perdamindo Kota Batam, dimana semuanya termasuk usaha skala kecil. Mereka berharap, Pemko Batam segera menerbitkan regulasi yang bisa melindungi usaha mereka dari gempuran pengusaha air minum skala besar.

“Harga yang kami jual saat ini sudah minim Rp5.000 per galon, lebih murah sedikit dari mereka. Karena itu, kami meminta kepada pemerintah agar membuat regulasi harga serta regulasi distribusi ke pelanggan,” kata Togi.

Merespon hal itu, Ketua DPRD Kota Batam, Nuryanto mengatakan, pihaknya akan melakukan mediasi kepada pelaku usaha air minum di Batam. Termasuk Dinas yang mengeluarkan izin dan edar usaha air minum di Batam.

BACA JUGA : Pakaian Bekas Dilarang Beredar, Asosiasi Pedagang Seken Mengadu ke DPRD Batam

“DPRD Batam sebagai penyambung lidah rakyat akan memfasilitasi keluhan masyarakat. Kami akan mengundang Disperindag, Dinkes, PTSP serta pelaku usaha air minum di Batam untuk membahas masalah ini,” kata pria yang akrab disapa Cak Nur itu.

“Memang, yang namanya usaha setiap orang boleh dan tidak dibatasi. Namanya juga orang berusaha. Sejauh ini belum ada aturan yang melarang. Tapi, karena ini muncul aspirasi dari masyarakat dimana pengusaha besar masuk ke wilayah dan bisa membunuh usaha mikro, maka ini harus jadi perhatian pemerintah. Semangatnya, usaha besar jalan usaha mikro juga harus jalan. Ini masalah yang memang harus diatur oleh pemerintah,” pungkas Cak Nur. (*)

- Advertisement -