Home Kepulauan Riau Bintan

Teluk Bakau Bintan Budidaya Maggot, Apri Sujadi Senang Desa Ciptakan Inovasi

28
Apri Sujadi
Bupati Bintan, Apri Sujadi melihat langsung proses budidaya di Desa Teluk Bakau, Minggu (8/3/20). (F: Dok. Pemkab Bintan)

Barakata.id, Bintan – Desa Teluk Bakau, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri) melalui BUMDes menciptakan sebuah inovasi baru dalam meningkatkan Pendapatan Asli Desa sekaligus membuka peluang usaha baru yang pada akhirnya akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Program inovasi tersebut diberi nama Budidaya Maggot.

Maggot merupakan ulat yang dihasilkan melalui proses alami sampah organik dari rumah tangga seperti makanan basah dan sayuran. Diharapkan dengan budidaya ini, Desa Teluk Bakau mampu menjadi Desa unggulan dalam pengolahan dan pemanfaatan sampah-sampah organik menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai jual.

Baca Juga :
Hadapi Corona, Bupati Bintan: Jaga Kesehatan dan Jangan Panik

Bupati Bintan, H. Apri Sujadi yang sangat tertarik dengan inovasi cerdas ini datang dan melihat langsung proses budidaya di Desa Teluk Bakau, Minggu (8/3/20). Menurutnya, inovasi semacam ini yang dibutuhkan pada era global yang sangat ketat persaingan.

Apri Sujadi
Bupati Bintan, Apri Sujadi melihat langsung proses budidaya di Desa Teluk Bakau, Minggu (8/3/20). (F: Dok. Pemkab Bintan)

Apri pun yakin bahwa dengan ketekunan dan manajemen yang baik, budidaya ini bisa menjadi peluang yang sangat menjanjikan.

“Kalau seperti ini, bisa saja kita tidak perlu lagi melakukan impor pakan ternak dengan harga yang kadang cukup menguras kantong. Bahkan ini bisa jadi lahan bisnis yang menjanjikan,” katanya.

“Terus tekuni, kembangan terus, lihat target pasarnya. Kami sangat mendukung. Sebab jika berhasil, bukan tidak mungkik dari Desa Teluk Bakau bisa mengekspor maggot ini untuk kebutuhan pakan ternak internasional,” sambung Apri penuh semangat.

Baca Juga :
Pemkab Bintan Akan Tata Bundaran KM 16 Toapaya

Rahmat, Ketua Posyantek Desa Teluk Bakau mengatakan, saat ini budidaya maggot yang ia jalani bersama empat rekannya memang menunjukkan hasil yang positif. Bahkan atas beberapa inovasi baru, budidaya ini sempat meraih peringkat kedua dalam gelaran Teknologi Tepat Guna tingkat Provinsi Kepri pada 2019 lalu.

“Alhamdulillah perkembangannya sangat baik. Dukungan dari pemerintah daerah melalui Dinas PMD juga amat sangat membantu. Sekarang sudah ada beberapa titik tempat membudidayakannya. Ke depannya akan. ada beberapa terobosan baru dan pengembangan lokasi budidaya ini” pungkasnya.

*****

Penulis : Erha

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin