Home Kepulauan Riau

Selamat! 132 CPNS Formasi 2019 Terima SK, Diminta Inovatif dan Kerja Sesuai Aturan

44
CPNS Terima SK
132 CPNS formasi 2019 menerima SK di Dataran Engku Putri, Senin (21/12/2020). (F: Humas Pemko Batam)

Barakata.id- Sebanyak 132 CPNS formasi 2019 terima Surat Keputusan (SK) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Dataran Engku Putri, Senin (21/12/2020).

Dari total jumlah itu, 37 orang diantaranya tenaga kesehatan, 71 orang tenaga pendidikan dan 24 tenaga teknis yang tersebar di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Baca Juga:
Corona Serang ASN, Pemko Batam Terapkan WFH Lagi

Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengingatkan para CPNS tersebut untuk wajib mengikuti ritme nya.

“Harus cepat bekerja sesuai aturan dan teruslah berinovasi,” kata Rudi.

Selain itu Rudi juga meningatkan agar para CPNS tak sekadar berpikir kaya. Tak boleh mengacuhkan dan melalaikan kewajiban. Rudi mengakui gaji pegawai kecil, tapi di masa pemerintahannya dia akan memberikan tunjangan yang memadai.

“Tidak ada lagi honor-honor kegiatan, semua sudah ada di dalam tunjangan itu,” kata dia.

Sementara itu Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam Jefridin Hamid mengatakan Aparatur Sipil Negara (ASN) berdampak kepada kehadiran negara di tengah masyarakat.

Oleh karena itu, CPNS juga harus paham aturan baik undang-undang terkait ASN termasuk turunannya dan aturan lain tentang mengatur negara.

Menurut jefridin, ASN adalah orang yang diberikan amanah oleh negara yang ditinggikan seranting dan didahulukan selangkah untuk mengatur negara..

“Tentang disiplin dan sebagainya juga diatur dalam PP 53 Tahun 2010. Sebelum 100 persen (PNS), saya tegaskan kembali pelajari, memahami dan laksanakan aturan-aturan tersebut,” imbuhnya.

Jefridin menyebutkan, tugas ASN umumnya ada tiga. Pertama, sebagai pelaksana kebijakan publik. Yang artinya, semua kebijakan yang dibuat negara, presiden, gubernur, bupati dan walikota harus dilaksanakan ASN.

Baca Juga:
PNS Dapat Biaya Pulsa hingga Rp400 Ribu

Kedua, ASN sebagai pelayan publik sesuai dengan tupoksinya yang bersangkutan ditugaskan. Kemudian ketiga, tugas menjadi perekat kesatuan dan persatuan bangsa.

“ASN adalah pihak pertama harus andil menjaga persatuan dan kesatuan bukan sebaliknya justru menjadi pemecah belah, tidak terkecuali di medsos,” ujarnya.

***

Editor: Asrul R

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin