Home Warta Ekonomi

Sayonara Dolar, Indonesia-Jepang Pakai Rupiah dan Yen untuk Perdagangan Bilateral

65
Rupiah Yen
Mata uang Rupiah. (foto: Antara)

Barakata.id, JAKARTA – Indonesia dan Jepang mulai menggunakan mata uang rupiah dan yen untuk perdagangan bilateral dan investasi setelah Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan Jepang menunjuk sejumlah bank sebagai Appointed Cross Currency Dealer (ACCD).

Bank-bank tersebut telah memenuhi syarat dan memiliki kemampuan untuk memfasilitasi transaksi antara rupiah dan yen.

Di Indonesia, terdapat tujuh bank yang ditunjuk meliputi MUFG Bank, Ltd, cabang Jakarta, PT Bank BTPN, Tbk, PT Bank Central Asia (Persero) Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Mizuho Indonesia, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

Sementara itu, bank-bank di Jepang yang ditunjuk oleh Kementerian Keuangan Jepang sebagai ACCD adalah Mizuho Bank, Ltd, MUFG Bank, Ltd, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk cabang Tokyo, Resona Bank, Ltd, dan Sumitomo Mitsui Banking Corporation.

Kedua negara telah mempromosikan penggunaan mata uang lokal untuk transaksi bilateral selama bertahun-tahun dan bank sentral mereka memiliki pengaturan pertukaran bilateral lintas mata uang senilai setara dengan USD22,76 miliar.

Perdagangan barang dua arah antara Indonesia dan Jepang bernilai USD31,7 miliar pada 2019. Jepang juga merupakan sumber utama investasi asing langsung ke Indonesia.

Baca Juga: 

Kerangka kerja ini disusun berdasarkan nota kesepahaman yang ditandatangani oleh BI dan Kementerian Keuangan Jepang pada 5 Desember 2019 lalu.

Dalam keterangan resminya, bank sentral mengatakan inisiatif ini adalah upaya mendorong penggunaan mata uang lokal secara lebih luas dalam transaksi perdagangan dan investasi langsung di antara kedua negara.

“Implementasi kerangka kerja ini menjadi tonggak sejarah penting dalam upaya penguatan kerja sama keuangan antara Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan Jepang,” tulis BI dikutip, Senin (31/8/2020). (Cg)

Editor: Gunawan
Sumber: Reuters

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin