Kepulauan Riau Rudi Ingin Pulau-Pulau di Batam Jadi KEK Pariwisata

Rudi Ingin Pulau-Pulau di Batam Jadi KEK Pariwisata

55
Pulau Rano di Galang, Batam menjadi destinasi wisata favorit keluarga baik wisatawan domestik maupun mancanegara. (F: seniberjalan.com)

Barakata.id, Batam – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi ingin pulau-pulau yang ada di Kota Batam, menjadi kawasan ekonomi khusus (KEK) Pariwisata. Dengan demikian, pariwisata di kota itu tidak menumpuk di satu wilayah tapi menyebar hingga ke pulau-pulau penyangga.

Bukan hanya di Batam, Rudi yang juga Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam itu juga akan berkoordinasi dengan kota dan kabupaten lain di Kepulauan Riau (Kepri) seperti Bintan, Tanjungpinang dan Karimun hingga Lingga. Ia akan mendorong daerah-daerah itu juga mengajukan sejumlah pulau untuk dijadikan KEK Pariwisata.

Jika rencana itu terwujud, menurut Rudi, Batam bisa menjadi hub-wisatawan mancanegara ke daerah-daerah lain di Kepri.

Baca Juga : Dua KEK Batam Tunggu Tanda Tangan Jokowi

Untuk Batam sendiri, Rudi mendorong pengusaha atau pihak swasta ikut aktif mengajukan lokasi wisatanya untuk dimasukkan dalam KEK Pariwisata. Seperti Kepri Coral, dan Pulau Rano yang sudah sangat layak untuk diajukan.

“Banyak pulau akan kita jadikan KEK Pariwisata ini. Supaya wisata tak menumpuk di Batam tapi juga ke pulau-pulau,” kata Rudi saat mengikuti acara penanaman pohon di Pulau Putri, Nongsa, Kamis (24/10/19) lalu.

“Tapi tetap, KEK pariwisata ini tak akan lepas dari tata ruang yang sudah ada. Seperti Kepri Coral, kita minta pemilik lahan yang urus. Karena KEK ini di status lahannya, bukan di operasionalnya. Maka kita minta perusahaan yang dapat izin pembebasan dari masyarakat itu yang urus,” sambung Rudi.

Sebelumnya, Pulau Pengalap yang berada di Kecamatan Galang diusulkan menjadi KEK Pariwisata oleh PT Pulau Bintang Mas. “Kick off” pengusulan KEK Pariwisata Pulau Pengalap ditandai dengan penyerahan dokumen usulan dari pemilik PT Pulau Bintang Emas kepada Menteri Pariwisata, Arief Yahya.

Menteri pun mendorong KEK di pulau yang sudah dikembangkan menjadi Resor Kepri Coral itu. Arief mengatakan dari segi lokasi Kepri Coral sudah siap, namun yang harus dipikirkan atraksi yang ditampilkan harus berkelas dunia.

Baca Juga : Kenduri Seni Melayu Masuk 100 Kalender Pariwisata Nasional Lagi

“Saya mengusulkan agar di lokasi ini dikembangkan ‘water sport tourism’. Kekhususan di bidang olahraga air lebih menarik ketimbang pengembangan pulau untuk olahraga golf,” katanya.

“Seperti saat mengembangkan Mandalika di NTB, Kementerian juga mengusulkan untuk pengembangan pariwisata bidang olahraga. Dan itu yang perlu dilakukan pengelola Resor Kepri Coral,” sambung Arief.

Namun, Arief menyarankan agar KEK Pariwisata nantinya tidak hanya di Pulau Pengalap, melainkan juga pulau-pulau lain yang berada di sekitar. Untuk menjadi KEK, kata dia, terdapat 16 syarat yang harus dipenuhi pengelola, antara lain besaran investasi, jumlah tenaga kerja yang akan dipekerjakan, dan dokumen AMDAL.

*****

Penulis : Ali Mhd

KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here