Home Kepulauan Riau

Realisasi APBD Kepri 2020 Capai 99,72 Persen

Pemprov Kepri
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad. (F: barakata.id)

Barakata.id, Tanjungpinang – Realisasi APBD Kepri 2020 mencapai 99,72 persen. Dari total APBD Kepri tahun 2020 sebesar Rp3,524 triliun, terealisasi sebesar Rp3,514 triliun.

Realisasi APBD tersebut disebutkan Gubernur Kepri, Ansar Ahmad saat menyampaikan Rancangan Peraturan Daerah Laporan Keterangan Pertanggungjawaban LKPj APBD Kepri tahun 2020 pada raat paripurna di gedung DPRD Kepri, Dompak, Tanjungpinang, Selasa (30/3/21).

Dalam sidang paripurna yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Kepri Dr Afrizal Dahlan itu, Ansar menyampaikan bahwa dengan pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp1,165 triliun dan terealisasi sebesar Rp1,195 triliun dengan persentase lebih dari 102 persen.

BACA JUGA : APBD Kepri 2020 Rp3,945 Triliun, Naik 4,22 Persen

“Dengan Dana Perimbangan sebesar Rp2,321 triliun lebih, dapat terealisasikan sebesar Rp2,282 triliun lebih atau mencapai 98,30 persen,” ujar Ansar

Sedangkan belanja daerah sebesar Rp3,92 triliun dan terealisasi Rp3,855 triliun atau mencapai 98,11 persen. Adapun Belanja Tidak Langsung sebesar Rp2,043 triliun lebih, terealisasi sebesar Rp2,020 triliun lebih atau mencapai 98,88 persen.

“Serta Belanja Langsung dianggarkan sebesar Rp1,885 triliun dan terealisasi sebesar Rp1,834 triliun atau mencapai 97,28 persen,” kata Ansar

Sementara itu, untuk Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Anggaran SILPA tahun sebelumnya diasumsikan sebesar Rp405,366 miliar lebih dan terealisasi sebesar Rp405,406 miliar lebih atau mencapai lebih dari 100 persen.

Dilansir dari kominfo.kepriprov.go.id, dalam penyelenggaraan tugas pemerintahan daerah, di dalam RPJMD Provinsi Kepri Tahun 2016-2021, indikator kinerja program pembangunan dan program rutin Provinsi Kepri yang ditargetkan pada tahun 2020 sebanyak 521 indikator.

BACA JUGA : Pandemi COVID-19, APBD Kepri 2021 Turun Rp700 Miliar

Dari 521 indikator tersebut, terdapat sebanyak 425 indikator dengan status capaian Sangat Tinggi, selanjutnya 29 indikator berstatus Tinggi, 10 indikator berstatus Sedang, 11 indikator berstatus Rendah dan 46 indikator berstatus Sangat Rendah.

Menurut Ansar, capaian tersebut tidak terlepas dari dukungan yang sangat kuat dari DPRD Kepri yang secara operasional dilaksanakan oleh para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), meskipun Pemprov Kepri melakukan refocusing anggaran sebagai dampak adanya pandemi Covid-19.

“Dalam penyelenggaran tugas pembantuan pada tahun 2020, Kepri mendapatkan alokasi anggaran untuk bidang Pertanian dan Pekerjaan Umum. Jumlah Tugas Pembantuan yang diterima Kepri sebesar Rp19,330 miliar lebih, dan terealisasi sebesar Rp18,121 miliar lebih atau 93,74 persen,” kata dia.

*****

Editor : YB Trisna

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin