Home Nusantara Rapat Paripurna Ranwal RPJMD Gagal Digelar, Diduga Ada Tarik Ulur dengan...

Rapat Paripurna Ranwal RPJMD Gagal Digelar, Diduga Ada Tarik Ulur dengan Misi Visi Bupati dan Wakil Bupati Blitar

3
Ruangan rapat paripurna tampak sepi, saat beberapa anggota DPRD meninggalkan ruangan. Jumat (16/4/2021). Foto : Achmad/barakata.id
Himbauan Pemprov Kepri

Ikuti kami di Google Berita

Barakata.Id, Blitar (Jatim) – Rapat paripurna DPRD Kabupaten Blitar dengan agenda Penandatanganan Nota Kesepakatan Rancangan Awal (Ranwal) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang menurut jadwal dilaksanakan pada Sabtu malam (16/04/2021) pukul 20.00 WIB, gagal digelar walaupun jumlah yang tandatangan pada daftar hadir memenuhi kuorum.

“Jadi sebetulnya dari jumlah yang tandatangan di dalam daftar hadir, tadi kita melihat lebih lah kalau memenuhi kuorum. Namun, ini tadi hanya sebatas tarik ulur saja. Sehingga, rapat tidak jadi digelar,” kata Sugianto selaku ketua fraksi Partai Gerinda, kepada wartawan, Jumat malam tadi.


Disamping itu, menurut isu yang berkembang, penyebabnya yakni diduga belum terpenuhinya aspirasi yang dibawa anggota dewan selama Reses, serta janji-janji politik Bupati Rini Syarifah dan Wakil Bupati Rahmat Santoso saat kampanye yang tidak terang pada nota kesepakatan tersebut.

Baca Juga : Kejari Blitar Bakal Menelaah Kerusakan Kantor Dewan

“Sebenarnya RPJMD ini adalah di dalamnya tertuang misi visi bupati dan wakil bupati untuk lima tahun kedepan, atau selama kepemimpinannya, termasuk aspirasi yang di bawa anggota dewan dari konstituennya.

Sementara, dari misi visi yang tersampaikan pada kemarinpun banyak yang belum jelas saat kita evaluasi. Contohnya masalah biaya pendidikan gratis mulai pendidikan anak usia dini (PAUD) sampai jenjang kuliah, walaupun belajarnya di luar kota. Yang penting ber KTP kabupaten Blitar.

Baca Juga :  Plafon DPRD Kabupaten Blitar Rontok, LSM GPI Minta Polisi Selidiki

Tapi prakteknya apa ya bisa, terus uang dari mana. Namun, paling tidak ketika itu tidak segitu pun harus jelas. Artinya, gratis dari tingkat apa sampai apa, atau dari SMP kah,” beber Sugik, panggilan akrab Sugianto tegas.

Selanjutnya Sugik berharap, Eksekutif harus lebih inten lagi untuk selalu berkoordinasi dengan Legislatif saat mengambil keputusan. Dimana, agar kejadian rapat paripurna batal digelar seperti ini tidak terulang kembali.

Baca Juga : DPRD Kota Blitar Bentuk Pansus RPJMD 2021-2026

“Kan tidak etis atau elok, ketika bupati dan wakil bupati sudah hadir rapat tidak jadi di laksanakan. Hal-hal seperti inilah kedepan jangan sampai terulang kembali,” pungkas ketua fraksi Partai Gerinda.

Menanggapi hal itu, Bupati Blitar Rini Syarifah tidak dapat berkomentar banyak, dan keburu meninggalkan kantor DPRD untuk melanjutkan aktivitas lainnya. Kepada wartawan, ia mengatakan, “Besok kita lanjutkan lagi ya,” ucapnya.

Senada dengan pasangannya, Wakil Bupati Blitar Rahmat Santoso juga tidak banyak berkomentar. “Ini kan bulan puasa, mungkin ketidakhadirannya karena itu ya,” tambahnya.

Reporter : Achmad Zunaidi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin