Home Kepulauan Riau Batam Predator Anak di Marina Honorer Bapelkes Batam, Masih Lajang dan Dikenal Santun

Predator Anak di Marina Honorer Bapelkes Batam, Masih Lajang dan Dikenal Santun

1345
Predator Bapelkes Batam
Tim gabungan Polda Kepri dan Bareskrim Polri menangkap pelaku pencabulan terhadap dua anak di Marina, Batam (F: barakata.id/Polda Kepri)

Barakata.id, Batam – Jajaran Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Batam, Kepulauan Riau (Kepri) heboh. Pasalnya, predator anak yang mencabuli dua bocah di kawasan Marina, Sekupang, Batam ternyata bekerja di kantor itu.

Predator anak tersebut dikenal bernama Rahmat Hidayat, berusia 38 tahun. Ia ditangkap jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kepri bersama Bareskrim Polri di area kantor Bapelkes Batam, Jalan Marina City, Tanjung Riau, Sekupang, Batam, Jumat (20/11/20) lalu.

Ia telah mencabuli dua bocah yakni E (11) dan M (9) yang merupakan kakak beradik.

Bukan hanya mencabuli, Rahmat juga mengambil foto dan merekam aksi mesum yang dilakukannya di rumah korban. Hasil rekaman itu kemudian disimpannya di Google Drive.

Baca Juga :

Setelah melalui pemeriksaan polisi, terbongkar bahwa pemuda itu tak hanya sekadar menyimpan konten porno tersebut untuk konsumsi pribadi. Ia juga menyebarkannya ke sosial media dan ke komunitasnya.

Hasil pemeriksaan polisi terhadap laptop dan handphone tersangka, ada 450 konten foto dan video porno yang disimpan Rahmat.

Saat ini, predator anak yang bekerja di Bapelkes Batam bersama sejumlah barang bukti sudah diamankan polisi di Malpoda Kepri, Nongsa, Batam. Polisi masih mengembangkan kasus ini untuk mencari kemungkinan adanya korban dan pelaku lain.

Masih lajang dan dikenal santun

Kepala Bapelkes Batam, Asep Zainal saat datang ke Mapolda Kepri mengaku tak percaya dengan perbuatan anak buahnya tersebut. Ia mengaku sangat kaget ketika mendapat kabar Rahmat ditangkap polisi, apalagi karena kasus pencabulan anak.

“Saya sangat kaget, sangat kaget,” ujarnya di Mapolda Kepri, Jumat (20/11/20) sore.

Menurut Asep, dalam kesehariannya di kantor Bapelkes, pelaku Rahmat dikenal masih lajang. Ia pun dikenal sebagai sosok pria yang santun.

Sepengetahuan dia, tidak ada hal atau sikap Rahmat yang mencurigakan. Terhadap rekan lain di kantor pun sikap Rahmat biasa-biasa saja.

Asep mengatakan, awalnya, semua orang di Bapelkes tak percaya kalau Rahmat ditangkap polisi. Meski masih berstatus pegawai honor, tapi Rahmat telah bekerja di kantor itu selama 10 tahun.

“Ini sungguh pukulan berat bagi Bapelkes. Dia sudah lama bekerja, hampir 10 tahun, memang masih honor,” pungkasnya.

Baca Juga :

Untuk diketahui, dalam kasus ini tersangka dikenakan Pasal 32 jo Pasal 6 dan atau Pasal 29 jo Pasal 4 ayat 1 dan atau Pasal 37 jo Pasal 11 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.

Predator anak yang bekerja di Bapelkes Batam itu juga disangka melanggar Pasal 45 ayat 1 jo Pasal 27 ayat 1 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

“Pelaku juga terancam pasal dalam Undang-Undang Perlindungan Anak,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kepri, Kombes Arie Dharmanto kepada wartawan.

*****

Editor : YB Trisna

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin