Home Kepulauan Riau

Pemprov Kepri Ajukan PSBB di Semua Wilayah, Berlaku Sebelum Puasa

271
Gubernur Kepri
Plt Gubernur Kepri, Isdianto (tengah) mengajukan pemberlakuan PSBB di semua wilayah Kepri, Tanjungpinang, Kamis (9/4/20). (F: Istimewa)

Barakata.id, Tanjungpinang – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri sedang bersiap menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk semua wilayah. Saat ini, surat pengajuan kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tengah disusun.

“Kita sedang mempersiapkan protokol dan surat ke Kemenkes untuk penerapan PSBB di seluruh wilayah di Provinsi Kepri,” kata Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Kepri, Isdianto di Tanjungpinang, kemarin.

Baca Juga :
3 PNS Pemko Batam Positif Corona, Ini Riwayat Perjalanan dan Kronologisnya

Isdianto mengatakan, penerapan status PSBB kini diperlukan Kepri untuk mencegah penyebaran penularan virus corona (Covid-19). Hingga Kamis (9/4/20), jumlah pasien positif terpapar corona di Kepri sudah mencapai 21 orang.

Jumlah pasien positif di Kepri meningkat drastis dalam dua hari. Pada Selasa (7/4/20), jumlah pasien positif di daerah kepulauan itu tercatat 11 orang.

Namun, pada Rabu melonjak menjadi 16 orang, dan kemarin bertambah lagi 5 orang dari Kota Batam.

Menurut Isdianto, saat penerapan PSBB nanti, pihaknya akan fokus memperketat pengawasan pintu-pintu masuk seperti pelabuhan dan bandara.

“Ini kita lakukan karena semua kasus Covid-19 di Provinsi Kepri semuanya merupakan kasus impor yang di bawa masyarakat Kepri dari daerah dan negara pandemi,” tegas Isdianto.

Baca Juga :
Pasien Positif Corona di Batam Tambah 5 Orang: 3 PNS, 1 Pensiunan, 1 Pelajar

Isdianto berharap, pemberlakuan status PSBB bisa menekan penyabaran virus corona di Kepri. Menurut dia, PSBB di semua wilayah Kepri diajukan sebelum memasuki bulan puasa Ramadan 1441 Hijriah.

“Kita bukan lock down ya, hanya penerapan PSBB di seluruh Kepri, utamanya adalah memperketat pengawasan di pelabuhan dan bandara,” pungkasnya.

Sebelum PSBB diberlakukan, lanjut Isdianto, pemerintah akan membagikan paket bahan kebutuhan pokok kepada masyarakat. Dengan demikian, masyarakat memiliki ‘bekal’ dalam menjalani aktivias “berdiam diri” dalam rumah saat PSBB diterapkan.

*****

Editor : Yuri B Trisna

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin