Home Kepulauan Riau Batam

Pemko Batam Cat Ulang Tiga Monumen Budaya Melayu

32
Monumen Budaya Melayu
Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad (baju biru) saat meninjau pengecatan Monumen Alat Musik di median Jalan Jenderal Sudirman, Batam Kota, Minggu (7/6/20). (F: barakata.id/istimewa)

Barakata.id, Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam mengecat ulang tiga monumen budaya Melayu yang menjadi ikon kota tersebut, Minggu (7/6/20). Pengecatan dimaksudkan untuk mempercantik wajah kota yang menasbihkan diri sebagai kota pariwisata jasa dan perdagangan ini.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad mengatakan, hampir semua kota di dunia memiliki bangunan yang mengingatkan orang pada tempat tersebut. Itulah yang disebut sebagai landmark, penanda sebuah daerah.

Di Batam, kata dia, ada tiga landmark yang terdapat di jantung kota. Tiga landmark tersebut merupakan Monumen Budaya Melayu yaitu dua di Batam Centre yang bertemakan Alat Musik Melayu dan Hantaran, satu lagi di Sekupang yang bertema Hantaran.

“Kami ingin kota ini tetap cantik dengan begitu akan menjadi daya pikat bagi wisatawan. Ini menjadi ikon Batam,” katanya saat meninjau pengecatan Monumen Alat Musik di median Jalan Jenderal Sudirman, Batam Kota, Minggu (7/6/20).

Baca Juga :
Satpol PP Batam Jaring 50 Gepeng di Nagoya dan Batam Centre

Amsakar mengatakan, pemugaran ini perlu dilakukan mengingat monumen ciri khas Melayu tersebut sebelumnya terlihat kusam sehingga perlu dilakukan pengecatan ulang.

“Kita punya tiga monumen seperti ini. Di Batam Centre ada dua yakni tema Alat Musik Tradisional dan Hantaran dan di Sekupang satu, yakni hantaran. Kalau berwarna begini lebih cantik lagi. Dilihat pun enak,” kata dia.

Monumen Budaya Melayu Batam
Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad meninjau pengecatan Monumen Alat Musik di median Jalan Jenderal Sudirman, Batam Kota, Minggu (7/6/20). (F: barakata.id/istimewa)

Menurutnya, Pemko Batam akan terus memperbaiki semua fasilitas yang ada di kota ini, meskipun anggaran daerah saat ini masih terfokus kepada penanganan Covid-19. Untuk memuluskan rencana itu, Pemko Batam juga menggandeng sejumlah perusahaan swasta.

“Kita gandeng juga pihak swasta. Seperti yang kita lakukan sekarang (pengecatan), menggandeng Jotun. Untuk kegiatan lain, nanti lain lagi yang kita ajak,” katanya.

Baca Juga :
Hijaukan Lingkungan, Gairahkan Lagi Pariwisata Batam

Amsakar mengatakan, ke depan, monumen-monumen budaya Melayu yang ada di Batam bakal diupayakan menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan. Misalnya sebagai spot untuk berfoto. Karena itu, fasilitas pendukung juga sedang disiapkan.

“Saya sudah instruksikan kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata untuk merancangnya, tentu saja tanpa merusak yang sudah ada. Kalau sudah siap (rancangannya) nanti kita bahas bersama Pak Wali dan pejabat teknisnya,” kata mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan ini.

Di tempat yang sama, Kepala Disdbudpar Batam, Ardiwinata mengatakan, tiga monumen yang dilakukan pengecatan ulang itu merupakan aset yang harus dirawat lantaran bercirikan budaya Melayu. Ia menegaskan, pembangunan tiga monumen ini dalam rangka pelestarian nilai-nilai budaya yang ada.

”Kita merawat sehingga tetap bagus. Itu juga sesuai Perda Nomor 1 Tahun 2018 tentang Pemajuan Kebudayaan Melayu,” kata mantan Kabag Humas Pemko Batam ini.

*****

Editor : Yuri B Trisna

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin